News

Bekas Sekum FPI Munarman Disebut Hadir dalam Baiat Massal ISIS di Makassar

FaseBerita.ID – Ahmad Aulia, 30, salah satu terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga simpatisan Front Pembela Islam (FPI) membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyebut ada pimpinan FPI pusat yang juga menghadiri baiat massal kepada ISIS.

Ahmad mengungkapkan, ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Polri pada 6 Januari 2021. Dia ditahan di Polda Sulawesi Selatan akibat mengikuti baiat massal kepada ISIS pada 2015 silam.

“Saya berbaiat kepada Daulatul Islam, yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015 saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI,” kata Ahmad melalui video pendek, Kamis (4/2).

Ahmad mengatakan, baiat massal ini dilaksanakan di markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar. Saat itu, salah satu petinggi FPI, yakni Munarman selaku Sekretaris Umum juga dilaporkan hadir.

“Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustad Fauzan, Ustad Basri yang memimpin baiat pada saat itu,” jelasnya.

Setelah baiat tersebut, Ahmad mengaku beberapa kali mengikuti proses taklim atau pengajian. Kegiatan ini juga dihadiri oleh simparisan FPI lainnya yang telah berbaiat kepada ISIS.

“Dan setelah baiat saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak 3 kali yang mengisi acara pada saat itu, atau taklim yaitu ustad Agus dan Abdurahman selaku pemimpin Panglima FPI Kota Makassar,” pungkas Ahmad.

Sementara itu, JawaPos.com telah menghubungi Munarman untuk mengkonfirmasi tuduhan tersebut. Namun, sampai berita ini diterbitkan, Munarman belum memberi respons.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror Polri telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, membawa 26 tersangka kasus terorisme. Pesawat yang ditumpangi mereka mendarat pukul 13.57 WIB. Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, 26 teroris ini berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan 19 orang, mereka terindikasi sebagai anggota FPI dan 7 lainnya dari Gorontalo. Seluruhnya adalah kelompok JAD.

“Mereka mempersiapkan diri melakukan latihan fisik, beladiri kemudian juga memanah, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin,” kata Rusdi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (4/2).

Rusdi menuturkan, kelompok Gorontalo ini juga memiliki kemampuan merakit bom. Mereka telah merencanakan penyerangan ke Mako Polri, rumah dinas Polriz dan rumah pejabat di Gorontalo. “Juga berencana melajukan aksi perampokan pada beberapa toko di sekitar Gorontalo,” imbuhnya.

Sementara itu, kelompok Makassar juga sudah merencanakan berbagai aksi teror untuk mengganggu keamanan negara. Mereka memiliki mental untuk melakukan bom bunuh diri. “Salah satu orang yang terlibat di kelompok ini adalah Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani pelaku pemboman gereja katedral di Zulu Filipina di 2019. Salah satu anaknya itu sekarang tertangkap,” jelas Rusdi. (jawapos/fabe)