News

Bekas Karyawan Curi Laptop Perusahaan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – ELS alias L (30) tidak berkutik saat polisi menjemputnya dari sebuah warung di Jalan IL Nommensen, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, beberapa hari lalu.

Pria yang merupakan warga Jalan Tapian, Kelurahan Hutabarangan tersebut diduga sebagai pelaku pencurian dua unit laptop dari sebuah perusahaan yang berada di jalan Zainul Arifin, Jumat (17/5/2019) lalu.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Haiandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhasyah Sormin, penangkapan ELS bermula dari laporan Erwinsyah Putra Pohan (46) yang merupakan karyawan perusahaan. “Datang melapor ke Polres Sibolga, bahwa pintu ruang kerja mereka telah terbuka. Sewaktu dicek, laptop sebanyak dua unit telah hilang,” kata Sormin, Minggu (16/6/2019).

Sementara, berdasarkan pengakuan ELS saat diperiksa di Polres Sibolga, pencurian tersebut dilakukannya seorang diri. Dia juga mengaku kalau perusahaan tersebut merupakan bekas tempatnya bekerja. Saat itu, tujuannya datang ke kantor tersebut hanya ingin mengambil barang miliknya.

“Untuk dapat masuk ke dalam lokasi perusahaan, dia memanjat tembok, kemudian naik ke lantai II untuk mengambil barang miliknya. Karena, perusahaan itu dahulu tempatnya bekerja,” ungkapnya.

Kemudian, pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut melihat sebuah ruangan yang berkunci. Dari luar dia melihat, ada 2 unit laptop terletak di atas meja ruangan tersebut.

Sehingga muncul niat tersangka untuk mengambilnya. “Tersangka berusaha mencari alat yang dapat digunakan untuk bisa masuk ke dalam ruangan tersebut,” terang Sormin.

Saat itu, tersangka menemukan sebuah parang dari dalam sebuah kaleng. Parang tersebutlah yang digunakan tersangka untuk mencongkel pintu ruangan tersebut. “Setelah terbuka, tersangka lalu mengambil dua laptop tersebut, kemudian pergi kembali ke kamar kos nya,” pungkasnya.

Tak sampai disitu, keesokan harinya, sekira pukul 8.30 WIB, tersangka menjual laptop merk Acer warna hitam berikut tasnya pada orang yang tidak dikenal seharga Rp900.000. Sedangkan, laptop merk HP dijual di jalan Merpati Sibolga melalui teman tersangka seharga Rp1.000.000. Uang hasil penjualan laptop telah habis digunakan oleh tersabgka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Selain dua laptop, sebelumnya tersangka juga ada mengambil dua unit HP. Dan juga masih dalam proses penyidikan,” kata Sormin.

Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Sibolga. Tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)