News

Bea Cukai Terus Buru Rokok Ilegal: 100 Ribu Batang Tanpa Cukai Disita

SIANTAR, FaseBerita.ID – Bea dan Cukai (BC) Pematangsiantar terus melakukan upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal.

Dalam dua minggu terakhir, yakni di bulan Juli, sekitar 100 ribu batang rokok ilegal kembali ditemukan dan disita.

“Kita kembali menemukan seratus ribu batang lebih rokok ilegal tanpa cukai. Mereknya bervariasi, yang terbanyak masih rokok merek Luffman,” kata Fajar Patriawan, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan di kantor Bea dan Cukai Pematangsiantar, Senin (15/7/2019).

“Kami akan terus ‘berperang’ melawan peredaran rokok ilegal ini. Karena ini sangat-sangat merugikan negara, dan merugikan bagi pelaku usaha produksi rokok yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera Utara, terkhusus lagi di wilayah kota Pematangsiantar,” jelasnya.

Usai Lebaran, tepatnya 6 Juli 2019 lalu, pihaknya menerima informasi dari masyarakat dan rekan-rekan media bahwa masih ada rokok ilegal di wilayah Simalungun. Menanggapi informasi itu bersama anggota, ia langsung turun ke lapangan.

“Adanya informasi media bahwa ada rokok ilegal di Simalungun tepatnya di Serbelawan, kami langsung turun ke lapangan. Dan hasil investigasi kami menemukan beberapa merek yang tidak ada cukainya, jumlahnya cukup banyak,” ungkap Fajar.

“Mereknya beragam. Tapi yang terbanyak masik merek Luffman. Terimakasih kepada rekan-rekan media yang cepat memberikan informasi adanya rokok ilegal,” kata Fajar Patriawan.

Pihaknya berjanji akan serius menangapi informasi apabila ada rokok ilegal diwilayah kerjanya yakni Simalungun, Dairi dan Samosir.

Kanwil BC Sumut Sita 13 Juta Batang Rokok Ilegal

Data yang dihimpun, Kanwil BC Sumut mengklaim telah menyita 13 juta batang rokok ilegal dengan melibatkan aparat negara baik TNI dan kepolisian. Dimana BC Sumut melakukan operasi terpadu sejak 17 Juni hingga 14 Juli 2019 berhasil menyita rokok-rokok ilegal dari berbagai daerah dengan berbagai merek.

Baca juga: Rokok Ilegal Merk Luffman Masih Ditemukan di Simalungun

“Dalam kegiatan yang disebut ‘Operasi Gempur” telah menyita 159 kardus rokok ilegal dari salah satu gudang di kota Padangsidimpuan. Penangkapan di kawasan Belawan, dan hasil penangkapan saat ini disimpan di gudang Bea Cukai Belawan,” bebernya.

Kanwil BC Sumut juga meminta kios-kios penjual rokok untuk tidak memperjualbelikan rokok ilegal. Sebab pelakunya bisa dikenakan sanksi pidana penjara 1 sampai 5 tahun.

Sampai saat ini ada enam pengedar rokok ilegal yang sudah ditangkap dan ditahan di Kanwil Bea Cukai Sumut. (rel/des)