News

Bea Cukai Siantar Temukan 101 Ribu Batang Rokok Luffman Ilegal

FaseBerita.ID – Rokok ilegal merek Luff­man yang beredar tanpa cukai meresahkan pengusaha rokok di Sumatera Utara (Sumut). Bahkan di wilayah kantor Bea dan Cuka Pematangsiantar, ditemukan 101 Ribu batang rokok Luffman ilegal periode 1 Februari – 8 Mei 2019.

Kepala seksi Penindakan dan Penyidikan Fajar Patriawan di kantor Bea dan Cukai Pematangsiantar mengatakan, Bea dan Cukai terus mengalang kekuatan untuk memberantas rokok Ilegal.

“Memang ini terus terjadi, tapi kita tidak mau kalah, kita “Perang” terhadap rokok Ilegal, karena sangat merugikan negara, dan sangat-sangat merugikan perusahaan rokok yang resmi membayar cukainya kepada negara,’ kata Fajar Patriawan, Rabu (22/5) di Jalan Sisingamangaraja Kota Pematangsiantar.

Dijelaskan Fajar, pemberantasan rokok Ilegal ini akan terus dioptimalkan, dan bukan hanya optimal tentang pemberantasan, pihaknya juga harus memenuhi target dari kementerian keuangan tentang pemberantasan rokok Ilegal yang telah banyak merugikan negara.

“Tahun 2016 target pemberantasn rokok ilegal mencapai 12 persen, tahun 2018 mencapai 7.04 Persen, dan tahun 2019 ini kita harus bekerja keras mencapai target 3 persen sesuai arahan kementerian keuangan,” jelasnya.

Untuk mencapai target, Kantor Bea dan Cukan akan melibatkan pihak terkait, baik pemda, TNI dan Polri.

Untuk tahun 2018 pemerintah pusat menerima pajak Cukai rokok sebesar Rp 152,9 Triliun, dan tahun 2019 ditargetkan hasil cukai tembakau ini mencapai Rp158 Triliun. Dan diharapkan hasil bagi hasil cukai tembakau itu nantinya dapat digunakan juga untuk sosialisasi.

“Harapan kami kedepannya Dana bagi hasil itu juga dapat dimamfaatkan untuk sosialisasi tentang Rokok Ilegal dan pemberantasan rokok Ilegal,”harap Fajar.

Disamping rokok Luffman Ilegal, Bea dan Cukai Pematangsiantar juga menemukan rokok ilegal lainnya seperti Maxx, Nidji, Fel Super, Sakura, Bintang, Garden, SM King, Bravo, Victory, Rohas, dan Gudang Cengkeh. Rokok Luffman paling banyak beredar ilegal, dan daerah rawan peredarannya daerah Dairi, Simalungun dan Karo.

Jangan Beli Rokok Ilegal

Dalam kesempatan itu Fajar Patriawan juga menyampaikan, agar kios atau pedagang, tidak lagi membeli rokok ilegal, karena akan berhadapan dengan hukum.

Daerah-daerah yang menjadi sasaran peredaran rokok tersebut antara lain Kota Banda Aceh, Padang, Riau, Sumatera Utara dan provinsi lain yang berdekatan dengan Pulau Batam. (rel/esa)

USI