News

Baru 4 Bulan, Tembok Penahan di Muara Mulia Ambruk

FaseBerita.ID – Bangunan tembok penahan di Jalan Tanah Jawa, Nagori Muara Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, ambruk pada Senin (20/5).

Demson Butarbutar, salah seorang warga Kecamatan Tanah Jawa menjelaskan bahwa tembok penahan itu baru selesai dikerjakan salah salah satu kontraktor sekitar empat bulan lalu. Nama perusahaan PT TA.

Menurut Demson, ambruknya tembok penahan itu sangat dimungkinkan karena kualitas pengerjaannya kurang bagus.

“Ini yang perlu diperiksa oleh instansi terkait, bagaimana sebenarnya kualitas pengerjaannya. Kenapa baru dikerjakan sudah ambruk. Apakah campuran semennya yang kurang atau bagaimana, ini perlu pemeriksaan,” ujar Demson.

Terpisah, M Panggabean selaku pelaksana PT TA yang berkantor di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan posisinya sedang di Medan.

“Nanti kami akan cek ambruknya tembok penahan itu,” ujarnya.

Tembok Penahan di Tanjung Tongah Amblas

Sementara itu tembok penahan di Jalan Tanjung Tongah, Kecamatan Martoba longsor sejak Sabtu (18/5) pukul 18.00 WIB.

Kondisi tembok penahan longsor.

Menurut warga sekitar, sebelum kejadian, hujan sangat deras dan disertai angin kencang, sehingga diduga longsornya tembok penahan dan badan jalan itu dikarenakan air hujan yang terus menggerus pondasi tembok penahan.

“Kami sudah melaporkan ke pemerintah kelurahan, dan harapan kami agar longsor ini segera diatasi untuk menghindari kerusakan yang semakin parah,” ujar salah seorang warga di sana.

Sementara itu, Lurah Tanjung Tongah Hendri Purba mengatakan bahwa kejadian itu sudah disampaikan ke instansi terkait.

“Kejadiannya pada hari Sabtu sore saat hujan deras. Kalau lokasinya perbatasan antara jalan Tanjung Tongah dan Jalan Tanjung Pinggir, karena kebetulan jatuhnya pembatas jalannya ke kanan makanya jadi lokasi Tanjung Tongah,” ujarnya.

“Pembangunan jembatan itu dikerjakan pada tahun tahun 2017 akhir. Itu bisa longsor karena derasnya air hujan pada Sabtu sore. Jalan itu bekas tanah timbunan dan kita pihak pemerintah setempat hanya bisa memberikan tanda agar pengguna jalan tau dan tidak mengalami kecelakaan,” terang Hendri.

Henri Purba berharap kepada instansi yang terkait agar secepat mungkin memperbaikinya. (bis/mag04/pra)