News

Barang Curah Dilarang Masuk Kapal

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Terkait adanya rencana warga yang ingin mendemo KSOP Sibolga, walaupun akhirnya gagal ternyata diakibatkan adanya kebijakan larangan membawa barang curah di atas kapal.

Hal ini ditegaskan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sibolga yang melarang pengiriman barang curah melalui kapal penyeberangan roll on roll off (Roro) dari Pelabuhan Sibolga menuju Gunungsitoli, Kepulauan Nias. Larangan diberlakukan sejak 11 Juni 2019.

Kepala KSOP Kelas V Sibolga, Agustia Waruwu, dalam rapat Stake holder di kantor Pelindo Sibolga, Kamis (22/8/2019) menyampaikan bahwa selama ini para pedagang diberi kebijakan diperbolehkan mengirim barang curah lewat kapal Roro tanpa harus menggunakan bak mobil. Namun saat ini, kebijakan itu sudah tidak berlaku.

Keberadaan barang curah tersebut mengganggu jadwal pemberangkatan kapal yang tadinya cepat menjadi terlambat. Selain itu, kenyamanan fasilitas kapal dan keselamatan pelayaran juga terganggu.

“Selama ini kebijakan itu saya buat untuk mereka (pedagang) yang ingin mencari nafkah. Kenapa bisa saya membuat kebijakan, karena pada saat itu pemerintah juga menjerit, tolong dibantu solusinya selama itu tidak menganggu dan tidak jadi masalah,” ungkap Agustia.

Artinya, selama tidak ada yang dirugikan, silakan cari nafkah, jangan sampai meributkan.

“Tetapi ada pedagang yang meminta saya untuk menegakkan peraturan. Maka mulai sekarang kita luruskan dan saya pun sangat mendukung larangan pengiriman barang curah ini,” katanya.

Keputusan larangan pengiriman barang curah diambil akibat kurang konsistennya sikap pedagang terhadap kebijakan selama ini yang sudah disepakati.

“Pedagang ini mau melaporkan saya karena kebijakan saya, karena tidak bisa meluruskan peraturan. Karena sudah seperti itu, saya panggil semua termasuk pemilik kapal untuk duduk bersama, mulai sekarang saya akan menegakkan peraturan,” ujarnya.

Menurutnya, yang ditegakkan ini adalah aturan, bukan yang dibuat-buat, yang melaksanakan itu saat ini, untuk barang curah hanya Sibolga, jadi, karena awalnya KSOP Sibolga sifatnya hanya membantu, namun karena mereka menyalahgunakan kebijakan itu. Mereka melaporkan, walaupun melalui medsos ini, sampai di komisi V DPR RI bahwa KSOP Sibolga tidak bisa menegakkan aturan bukan barang curah tapi barang curam.

“Dan itu semua sudah saya print out menjadi pegangan saya, ini kok surat yang sampai kepada kita kop surat Baswas , itu yang sampai judulnya. Tetapi setelah kami telusuri sampai di provinsi, ini menjadi tanda tanya, ini harus ditelusuri, karena surat yang aslinya bukan seperti itu mulai dari kop suratnya hingga penanda tanganannya semua sudah lengkap sama kami. Dan kami juga sudah bicarakan di propinsi waktu rapat di sana dan sampai di kantor pusat di Kementrian, semua mendukung kita disini bahwa aturan tetap kita tegakkan dalam bentuk apapun,” jelasnya.

Pihaknya tidak melarang, garis bawahi, jangan pula ada informasi nanti, melarang mereka berjualan membawa barang disana, tidak!

Pihaknya tidak melarang mereka membawa barang, tetapi barangnya tidak boleh curah di Dek Kapal, barang itu yang tidak bisa, curah di dek kapal, barang-barang lepas itu, mereka diijinkan tetapi masukkan di wadah, tolong itu dibaca, ada aturannya itu.

Dan itu  tidak bohong, oleh karena itu, diharapkan dukungannya semua, KSOP siap menjawab semua pertanyaan yang ditujukan pada pihaknya, sepanjang itu tidak anarkis.

“Sepanjang itu tidak lari dari aturan,  tetapi jika sudah lain dari aturan, kita juga siap-siap untuk  mempersiapkan diri untuk ini, dan semuanya ini, kantor pusat sudah mengetahui baik kabag hukum maupun biro hukum dari kementrian perhubungan sudah kita informasikan ini,” tegasnya. (mis/osi)