News

Bantuan Itik dan Ayam dari Pemkab Tobasa Mati

TOBASA, FaseBerita.ID – Bantuan ternak ayam dan itik sebanyak 1.500 ekor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir (Tobasa) kepada empat kelompok masyarakat Kecamatan Silaen 2018 lalu diketahui sudah mati entah apa penyebabnya.

Hal itu terkuak saat empat orang anggota DPRD Tobasa, Tua Parasian Silaen, Hendra Silaen dan lainnya melakukan Reses terkait Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tobasa Tahun Anggaran 2018 di Kantor Camat Silaen, Sabtu (4/5).

Pantauan wartawan, saat akan paparan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Ketua Tim Reses, Tua Silaen menanyakan keberadaan Kepala Dinas Ketapang.

“Di mana Kadis Ketapang? Kemarin sudah kita minta supaya datang ikut pada kegiatan ini? Ini pelecehan terhadap DPRD,” kata Tua dengan nada kesal.

Paparan pun disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan Kecamatan (BPK), Lilis Panjaitan. “Tahun 2018 lalu, kita sudah memberi bantuan kepada dua kelompok masyarakat di Desa Sitorang, sebanyak 1000 ekor ayam,” ujarnya.

Selanjutnya, Tua Silaen bertanya kepada aparat Desa Sitorang yang hadir saat itu tentang kondisi bantuan ternak ayam 1.000 ekor dari Pemkab itu, saat ini.

Spontan, Boru Sihombing, aparat Desa Sitorang menjawab bahwa semua ternak itu sudah mati, diduga sebelum diserahkan kepada kelompok penerima sudah mengidap penyakit. “Bahkan ayam milik warga yang bukan bantuan ikut terjangkit penyakit,” terangnya.

“Tolong dicatat itu, ini sudah jadi temuan tim reses LKPJ Bupati 2018 di Kecamatan Silaen,” perintah Tua kepada staf Sekwan yang mendampinginya.

Ternyata bukan hanya itu, dalam paparan selanjutnya diketahui bahwa bantuan ternak itik sebanyak 500 ekor untuk dua kelompok masyarakat di Desa Pintu Batu dan Silaen juga mengalami hal yang sama, semua mati.

“Semua mati bantuan itik di Desa Pintu Batu, tak ada yang tersisa,” ujar Jamson Panjaitan, Sekretaris Desa Pintu Batu, Silaen di lokasi kegiatan dengan nada kecut.

“Saya juga sudah mendengar bahwa semua itik bantuan itu sudah penyakitan saat tiba di Desa Pintu Batu, bahkan ternak lain yang ada di sana terjangkit,” timpal Hendra Silaen.

Kembali Tua menanyakan hal itu kepada Lilis Panjaitan, Ka BPK Silaen itu, mengapa semua hal itu bisa terjadi. Namun Lilis terlihat sedikit gugup dan tidak menjawab.

“Tolong dicacat lagi temuan ini. Nanti di LKPJ Bupati akan kita pertanyakan mengapa kematian ribuan ternak ini bisa terjadi di Silaen!,” ujar Tua keheranan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kejadian serupa juga dialami kelompok masyarakat di Desa Nalela, Porsea. Sebanyak 500 ekor itik bantuan Pemkab Tobasa 2018 juga diketahui mati.

Terkait kematian 500 ekor ternak itik di Porsea, saat dikonfirmasi di SKB Porsea Jumat (3/5)0, Darwin Sianipar, Kepala Dinas Ketapang membantah tudingan bahwa bantuan ternak itik di Porsea itu sudah mengidap penyakit sebelumnya.

“Kemarin sewaktu serah terima bantuan itik tersebut tidak ada yang sakit atau gejala lainnya. Semua sehat saja diterima para kelompok tani. Tidak mungkinlah kita (Dinas) mengurusnya lagi, merekalah yang seharusnya merawatnya dengan baik,” paparnya. (os/osi)