News

Bantuan Dampak Bom Segera Disalurkan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Persoalan bantuan yang belum tersalurkan kepada korban dampak ledakan bom di kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Selatan, belum menemukan titik terang.

Pasca unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat terdampak bom yang didampingi aliansi mahasiswa di kantor Walikota Sibolga dan kantor DPRD Sibolga, berujung digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Sibolga bersama instansi terkait.

Pimpinan rapat, yakni Wakil ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori , berharap adanya titik temu persoalan bantuan yang belum tersalurkan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang telah memakan waktu kurang lebih 2 bulan sejak Kunker di Kota Sibolga. “Saya kira tidak perlu lagi RDP atau demo yang dilakukan oleh masyarakat terkait bantuan ini. Saya hitung sudah ada 4 kali RDP dan dua kali demo dilakukan, namun belum ada penyelesaian.

Jadi saya harapkan OPD terkait untuk segera menyelesaikannya. Jika ada persoalan soal pencairan, komunikasikan dengan para korban. Sehingga tidak terjadi simpang siur informasi, seperti yang terjadi baru-baru ini, terjadi fitnah,” kata Jamil, Senin (24/6/2019).

Tak hanya itu, dalam keterangan persnya usai rapat, Jamil mengaku bahwa pihaknya telah berusaha untuk menyelesaikan hal tersebut dengan menjemput bola ke instansi terkait, yakni BPBD Provinsi Sumatera Utara sebagai link sector proses pencairan dana bantuan dari Gubernur Sumatera Utara terhadap 121 keluarga yang belum menerima bantuan. “Kita sudah jemput bola, sebulan yang lalu DPRD Sibolga berkunjung ke BPDB Provinsi, dan menyatakan bantuan telah mendapat disposisi gubernur. Artinya, bantuan siap diturunkan kepada para korban.

Namun karena ada administrasi yang belum selesai, sehingga belum dapat tersalurkan. Dan tadi dari pernyataan Kalak BPBD Sibolga, semuanya telah rampung dan mengusulkan ke provinsi sebanyak 121 keluarga,” terang Jamil.

Dari hasil rapat tersebut, paling lambat Juli mendatang bantuan dari Gubernur Sumut telah terealisasi. “Jika bulan Juli belum juga tercairkan, maka DPRD Sibolga yang akan langsung turun,” tegasnya.

Selain bantuan dari Gubernur Sumut, para korban dampak ledakan bom juga akan mendapat bantuan jaminan layak hidup dari kementerian sosial, yang jumlahnya sebanyak 303 kepala keluarga. “Akumulatif dari penerima bantuan Presiden dan bantuan Gubernur Sumut,” pungkasnya. (rel)