News

Banjir Melanda Siantar-Simalungun: 1 Warga Tewas

FaseBerita.ID – Cuaca deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menimbulkan bencana bagi masyarakat. Pasalnya, puluhan rumah warga digenangi air dan ruas jalan di beberapa titik terputus.

Salah satu lokasi banjir pada cuaca ekstrim pada Sabtu (11/7) kemarin, adalah di kawasan Kecamatan Siantar Martoba tepatnya di Simpang Koperasi.

Di sana, puluhan rumah terendam air dan badan jalan protokol juga telah digenangi air. Alhasil kendaraan Jalur Siantar – Medan tidak bisa melintas lantaran luapan air yang cukup dalam dan deras.

Sementara itu, masyarakat sekitar hanya bisa pasrah saat rumah mereka digenangi air. Mereka tidak sanggup mengevakuasi barang-barang berharga lantaran air bercampur lumpur sudah masuk ke seluruh sudut ruangan rumah.

Sementara warga lainnya, terlihat berkumpul di lokasi yang tidak terdampak banjir dan di sana mereka menginap sementara waktu.

Beberapa warga juga tampak berdiam diri di rumahnya dan menunggu genangan air surut.

Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Fery Sinamo yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa bencana ini sangat memilukan bagi masyarakat. Fery mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar harus benar-benar memikirkan dan membuat terobosan agar kejadian tidak terulang kembali.

“Dinas PU dan Kebersihan serta badan penanggulangan bencana harus segera sigap menangani masalah ini,” ujarnya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Kota Pematangsiantar Daniel Siregar menerangkan bahwa sebelumnya BMKG telah mengeluarkan surat peringatan akan adanya cuaca ekstrim dalam waktu dekat.

Surat tersebut berisikan bahwa di wilayah Siantar dan Kabupaten Simalungun diperkirakan turun hujan deras dan berpotensi adanya banjir dan pergeseran tanah. Selain itu, Gubernur Sumatara utara juga mengirimkan surat peringatan bencana tersebut.

“Jadi surat Gubernur itu menyatakan bahwa cuaca ekstrim yang dapat mengakibatkan pergeseran tanah diprediksi terjadi pada bulan Juni dan Juli dan cuaca ekstrim tersebut diperkirakan akan terjadi hingga Desember mendatang,” ujar Daniel Siregar melalui sambungan telepon.

Atas peringatan tersebut, Daniel mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh camat untuk waspada di wilayahnya.

“Ternyata prediksi BMKG tersebut tidak meleset dan bencana banjir terjadi di Kecamatan Siantar Martoba yakni di kelurahan Tanjung Tongah, Tanjung Pinggir dan kelurahan lainnya. Kemudian di Kecamatan Siantar Sitalasari dengan titik di Kelurahan Setia Negara dan Bah Kapul. Ini akibat cuaca ekstrim pada tanggal 11 Juli 2020 kemarin,” terangnya.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh pihak BPBD Siantar, sedikitnya ada 70 rumah terendam banjir dan sekitar 350-400 jiwa yang terdampak.

Langkah awal yang dilakukan Pemko Siantar untuk membantu korban banjir adalah dengan membuat dapur umum.

“Jadi kita buat dapur umum untuk kebutuhan yang terdampak banjir, seiring melakukan pembersihan di lokasi banjir,” jelas Daniel Siregar.

Dampak dari banjir itu juga mengakibatkan di beberapa titik terjadi longsor, yakni di Jalan lintas Jalan SM Raja dan di Kecamatan Siantar Martobat tepatnya di dekat Simpang Koperasi.

“Untuk kerusakan badan jalan itu, kita akan koordinasi dengan pemerintah atasan,” ujarnya.

Sementara itu, Daniel Siregar juga membenarkan ada satu orang warga Tanjung Pinggir yang meninggal lantaran terbawa arus.

“Benar, warga tersebut sudah ditemukan. Ia adalah warga Tanjung Pinggir, pria usia 48 tahun,” jelas Daniel.

Akses Siantar- Parapat Sempat Terputus

Sementara itu, di wilayah Simalungun, tanah longsor terjadi di jalan Lintas Pematangsiantar-Parapat. Alhasil akses jalan sempat terputus dan pihak Kepolisian terpaksa melakukan pengalihan jalan.

Longsor tersebut berada di wilayah Dusun Sualan, Nagori Sibaganding.

“Malam tadi kita sudah berkoordinasi dengan pihak Uspika Girsang Sipangan Bolon dan jam 5 pagi arus lalu lintas di Dusun Sualan sudah bisa dilewati kendaraan dengan turunnya Polres Simalungun,” ujar Pangulu Sibaganding Martno Wandi Bakkara.

Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat dari TPL dan PU Bina Marga sudah bekerja mulai malam dan hasilnya jalur lintas tersebut sudah bisa kembali dilalui kendaraan. Sementara itu, pihak kepolisian tetap berjaga-jaga di lokasi dan mengatur lalu lintas.

Sementara itu, di Lingkungan Bangun Dolok, Kelurahan Parapat juga mengalami longsor di beberapa titik. Dan pada Minggu (12/7) pagi dilaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan badan jalan di lingkungan Bangun Dolok. Kegiatan yang langsung dikomandoi Lurah Parapat bersama Karang Taruna Parapat dan warga Bangun Dolok.

Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Ulyarta Suryati Tambunan menyampaikan agar masyarakat dan wisatawan tetap waspada dikarenakan curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan longsor di Jalan lintas Sumatera menuju dan keluar Parapat. (ros/aos/pra)