News

Banjir Masih Genangi Sejumlah Daerah di Sumut, Gubsu: Antisipasi DBD

FaseBerita.ID – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir. Selain itu, diminta kepada bupati dan wali kota untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD), dampak dari bencana banjir yang melanda tersebut.

“Kembali ke kesehatan, nyamuk berkembang di air yang tak bisa surut. Itulah demam berdarah. Saat ini kita sedang antisipasi Covid, jangan sampai demam berdarah tidak bisa kita tangani,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (20/1).

Dia berharap, masyarakat juga harus mewaspadai berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti selama musim penghujan. Jangan sampai wabah di lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi bertambah, setelah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Edy juga mengamini, curah hujan tinggi masih melanda sejumlah kawasan di Sumut bulan ini. “Memang cuaca saat ini kurang bisa kita pastikan. Untuk itu tetap waspadai kemungkinan terjadinya curah hujan yang berlimpah, yang pastinya timbul genangan air atau banjir,” katanya.

Sementara untuk mengatasi banjir, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk melakukan normalisasi sungai-sungai. Ia berharap proses normalisasi sungai di Sumut, khususnya yang ada di Kota Medan dapat terselesaikan pada 2022 mendatang.

“Banjir ini sedang dipelajari, sedang kita atasi. Tapi kalau hujan terus menerus, memang masalah sungai ini, sungai kita belum terselesaikan. Kita berharap tahun 2022 sungai di Kota Medan nggak banjir lagi,” pungkasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis prakiraan cuaca pada 18-23 Januari 2021. Secara umum cuaca di wilayah Sumatera diperkirakan cerah, berawan hingga berpotensi hujan ringan. Namun untuk di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi bagian barat, Bengkulu Sumsel dan Lampung berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Seperti diketahui, sejumlah kawasan di Sumut masih tergenang banjir meski bencana alam tersebut perlahan tidak intens terjadi belakangan ini. Salah satunya di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, yang hampir tiga bulan ini masyarakat mengeluhkan rumah mereka belum reda dari genangan air. Bahkan warga mulai mengkhawatirkan timbulnya sejumlah penyakit dampak dari genangan banjir tersebut. (prn/fabe)