News

Bandel, Petugas Masih Buang Sampah Sembarangan

FaseBerita.ID – Sepertinya, petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak peduli dengan keluhan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aek Nabobar, Kelurahan Alprans, Kecamatan Pinangsori.

Petugas pengangkut sampah masih tetap membuang sampah di sepanjang pinggiran jalan menuju TPA Aek Nabobar. Seperti terpantau pada Jumat (29/1) sekira pukul 15.30 WIB, sampah yang diangkut oleh satu unit truk pengangkut sampah BB 9126 M dibuang sembarangan di badan jalan menuju TPA.

Saat dipertanyakan kenapa tidak membuang sampah di lokasi TPA, petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup tersebut hanya terpaku diam. Aksi bungkam yang dipertontonkan supir truk berplat merah itu membuat warga sekitar geram. Perilaku petugas dinilai telah menyalahi SOP (Standart Operasional Prosedur) yang ditetapkan.

Baca juga:  Sampah Berserakan di Jalan Menuju TPA Aek Nabobar

“Ini sudah tidak benar lagi. Kita minta Bupati Tapteng agar menindak petugas tersebut,” ujar Ketua DPC JPKP Pinangsori, Ranto Marbun,” Rabu (3/2).

Dikatakannya, aksi buang sampah oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup yang asal-asalan bentuk dari pembangkangan terhadap SOP. Petugas ingin mempercepat proses pekerjaan pembuangan, namun mengabaikan kesehatan warga sekitar. Setiap hari ribuan lalat beterbangan menyatroni pemukiman warga.

“Masih terus berulang. Kita juga akan bawa masalah ini ke ranah hukum,” timpal Ranto.

Menurut Ranto, jargon “sampah cukup buang pada tempatnya, selanjutnya urusan kami” yang tertulis di dinding truk pengangkut sampah sepertinya hanya isapan jempol semata. Ranto bahkan menuding, jargon ini menjadi biang kerok ketidak profesionalan petugas. Dengan jargon tersebut, petugas bertindak suka-suka.

“Sepertinya jargon tersebut tidak benar. Warga disuruh buang sampah pada tempatnya. Urusan selanjutnya suka-suka mereka,” pungkas Ranto dengan nada menyindir.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Tapteng, M Arsyad Hasibuan, yang dihubungi melalui telepon selulernya menerangkan, pembuangan sampah yang dilakukan dibawah akibat jalan menuju TPA yang sedikit ekstrim. Disamping itu, kondisi TPA saat ini penuh sudah penuh dengan sampah.

Disebutkan, sampah-sampah yang dibuang disepanjang pinggiran jalan selalu di geser ke atas dengan menggunakan dozer. Peralatan konstruksi bertipe traktor ini juga dimanfaatkan untuk menggeser sampah yang memenuhi TPA ke arah bawah lokasi pembuangan.

“Disamping telah penuh, truk juga sulit naik ke atas. Pembuangan yanh dilakukan di pinggir jalan hanya sementara. Sampah-sampah tersebut tetap kita geser ke TPA. Kita berharap warga sekitar dapat bersabar, karena tidak setiap saat dozer tersebut bisa kita siap siagakan di lokasi,” pungkasnya. (tim)