News

Bandar Sabu Melawan Polisi, Adiknya Acungkan Samurai

FaseBerita.ID – Bandar sabu-sabu di Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), EPS alias Tonggek (30) melawan polisi saat akan ditangkap. Bahkan ia sempat berkelahi dengan polisi. Bukan hanyua itu, salah seorang adiknya, PFS (18) mengacungkan samurai ke arah polisi.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, Senin (19/10) siang menerangkan, penangkapan terhadap EPS alias Tonggek berawal dari diamankannya IA (44) yang merupakan orang kepercayaan EPS, Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. IA ditangkap saat mengendarai sepedamotor Yamaha FU di pinggir Jalinsum Torgamba Desa Aek Batu Kecamatan Torgamba Kabupaten Labusel.

“Barang bukti yang diamankan dari IA yaitu 1 bungkus plastik klip berisi sabu-sabu 5,43 gram, sebuah kotak rokok, 1 unit Hp Nokia putih, dan 1 unit sepedamotor Suzuki Satria FU hitam. IA mengaku memeroleh sabu-sabu dari EPS alias Tonggek,” papar Martualesi.

Polisi pun melakukan pengembangan ke kediaman EPS, di Dusun Asahan Desa Aek Batu Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Namun terjadi perlawanan dari pihak keluarga yang mencoba menghalang-halangi petugas. Bahkan salah seorang adik EPS berinisial PFS mengacungkan sebilah samurai sepanjang 1,20 meter berwarna silver dengan gagang biru. PFS juga sempat mengancam polisi.

“Kalian lepaskan abangku! Kalau tidak, kubacok kalian semua!” ancamnya.

Namun hal itu bisa ditangani polisi. EPS dan PFS bisa diamankan polisi. Selanjutnya, EPS digeledah. Di salah satu gubuk, ditemukan sebuah kaca pirex berisi sabu-sabu 1,61 gram, 1 unit Hp Nokia hitam, sebuah sendok sekop sabu, dan sebuah bong.

“Berkat bantuan personil Polsek Torgamba, akhirnya EPS dan IA serta barang bukti diamankan dan langsung dibawa personil Sat Narkoba untuk proses penyidikan,” terangnya.

PFS, sambungnya, baru diamankan Senin (19/10/2020) dari dalam kamar di rumah mertuanya, di Dusun Sigambal 2 PT Milani, Kelurahan Pinang Awan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Ia ditangkap saat masih tidur.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, EPS sudah sekitar 5 tahun berbisnis sabu-sabu dengan penjualan 5 gram setiap harinya, dan memeroleh keuntungan sekitar Rp1 juta setiap 5 gramnya.

“EPS masih dalam proses pengembangan karena sudah menjadi target.

Terhadap EPS dan IA dipersangkakan Pasal 114 Sub Pasal 112 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan PFS dipersangkakan melanggar Pasal 335 ayat 2 jo 212 KUHPidana dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” jelasnya.

Penangkapan bandar sabu-sabu tersebut menindaklanjuti informasi dari Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM LSPN), Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH memerintahkan Kasat Narkoba dan para Kapolsek di Labusel, mulai dari Kampung Rakyat, Kota Pinang, Silangkitang, Sei Kanan, dan Torgamba, bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Labusel.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan juga menambahkan, pengungkapan ini adalah bentuk komitmen Polres Labuhanbatu untuk memberantas dan menekan peredaran narkoba di Labuhanbatu Raya.

“Walaupun hampir dua jam anggota dikepung, akhirnya berhasil menangkap tersangka dan menangkap pelaku pengancaman yang tidak lain adalah adik dari bandar narkoba,” tandasnya. (bud/fi)