News

Balita Tertimpa Tabung Oksigen di RSUD Rantauprapat Diduga Kelalaian Manajemen

FaseBerita.ID – Terkait kasus tewasnya Balita bernama Zulaika berumur 3 tahun tertimpa tabung oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat diduga kuat akibat kelalaian pihak manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu itu.

Pasalnya, security atau pengamanan yang bertugas mengawasi tamu-tamu pasien terkesan kecolongan dengan masuknya balita yang menjadi korban pada Selasa (26/1/2021) kemarin.

Padahal, terlihat jelas spanduk di depan pintu masuk dan juga di dalam kawasan rumah sakit tersebut, bertuliskan jam berkunjung pagi antara pukul 12.00 wib-14.00 wib dan 17.00 – 20.00 wib.

Selain itu tulisan jelas pada spanduk tersebut juga terpampang bahwa menghindari mengajak anak di bawah umur 12 tahun ketika berkunjung ke rumah sakit.

Baca juga:

Balita Tewas Tertimpa Tabung Oksigen di RSUD Rantauprapat

Salah seorang security di rumah sakit umum daerah Rantauprapat Wiska Syahfitri saat ditemui wartawan, Jumat (29/1/2021) di depan pintu masuk rumah sakit tersebut, mengetahui jelas arahan pihak manajemen RSUD Rantauprapat yang melarang anak dibawah umur 12 tahun ikut jam berkunjung.

Namun, dirinya sama sekali tidak mengetahui peristiwa tewasnya balita tertimpa tabung oksigen tersebut. Karena, pada saat Wiska pada jadwal jam kerja pagi dan pulang malam hari.

“Ya kami diberikan arahan dari pihak manajemen RSUD Rantauprapat melarang anak di bawah usia 12 tahun masuk berkunjung. Soal kejadian tewasnya balita kemarin saya tidak tahu. Saya masuk pagi,” ujar Wiska.

Hingga kini kasus tersebut masih didalami pihak Polres Labuhanbatu, hingga berita ini dikirim, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH masih memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi,” jawabnya singkat, Jumat (29/1/2021) siang.

Saat kembali ditanyakan sudah berapa saksi yang diperiksa dan apakah direktur rumah sakit umum daerah Rantauprapat juga termasuk telah diperiksa? Kapolres belum memberikan tanggapan.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak balita berumur 3 tahun tewas akibat tertimpa tabung oksigen di kawasan rumah sakit umum daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (26/1/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Informasi dihimpun, korban ZL (3) warga Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama keluarganya datang ke rumah sakit umum tersebut sebagai tamu untuk menjenguk pasien.

Namun naas, korban tertimpa tabung oksigen kosong yang berada di depan ruangan VIP rumah sakit tersebut. Kemudian korban sempat dilarikan Unit Gawat Darurat (UGD) namun nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Humas RSUD Rantauprapat Doni Simamora saat dikonfirmasi Wartawan, Rabu (27/1/2021) membenarkan peristiwa naas tersebut.

“Benar, korban merupakan warga kampung pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Korban sempat dilarikan ke UGD namun tidak tertolong. Sewaktu kejadian, orang tua korban tidak melihat, mungkin berada di salah satu ruangan pasien,” jelasnya melalui seluler pribadinya.

Menurutnya, pihaknya telah membatasi jam berkunjung di RSUD setempat. Soal tabung oksigen tersebut, kata dia, kemungkinan petugas sedang melakukan pergantian tabung yang sudah kosong dengan yang berisi dari dalam ruangan pasien.

“Tabung oksigen itu, kalu tidak disentuh mana mungkin bisa tumbang. Pihak RSUD Rantauprapat pada masa pandemi Covid-19, telah membatasi jam berkunjung untuk masyarakat. Dan tidak membenarkan membawa anak-anak di bawah usia 12 tahun,” tambahnya.

Saat disinggung, apakah kejadian tersebut merupakan kelalaian petugas keamanan sehingga anak di bawah umur masuk karena luput dari pantauan? namun Doni menepis hal itu.

“Namanya juga manusia. Semua lah yang bertanggung jawab semua termasuk manajemen RSUD Rantauprapat. Sudah ada yang diperiksa dari pihak rumah sakit. Petugas oksigen dan cleaning servis,” tandas Doni. (bud/fabe)

USI