News

Ayo Bijak Menggunakan Medsos

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Rasanya, hampir semua orang memiliki media sosial pada era digital saat ini. Paling tidak satu dari dari sekian banyak medsos yang ada, seperti Facebook, misalnya. Dan tak bisa dipungkiri, media sosial nyaris menjadi gaya hidup.

Media sosial dapat menghilangkan disparitas (perbedaan) jarak dan waktu dalam berkomunikasi. Selain itu, media sosial juga menjadi sarana memperoleh informasi serta sarana mengaktualisasikan diri.

“Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat menjadi mesin penghancur. Karenanya, semua pengguna Media sosial, terutama warga Humbahas, diharapkan dapat menggunakannya dengan arif dan bijaksana,” ujar Hotman Hutasoit, Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Humbang Hasundutan (Humbahas) saat bercengkerama dengan beberapa wartawan di ruang kerjanya, Jumat (3/5) lalu.

Hotman mengungkapkan, akhir-akhir ini tak jarang media sosial menjadi sarana menyampaikan emosi serta ujaran kebencian untuk menghujat orang lain. Hal tadi juga tak luput dari perbuatan sejumlah warga Humbahas.

“Selain menyerang person, beberapa warga kita (Humbahas, red) menggunakan media sosial untuk menyerang program Pemkab yang sedang berjalan,” ujar Hotman.

Dijelaskannya, berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap postingan-postingan di sebuah media sosial (Faceebook) beberapa bulan terakhir, ujaran kebencian serta postingan yang menyerang program pemerintah serta ASN semakin marak dan sudah sampai pada tingkat meresahkan berbagai kalangan, termasuk pemerintah.

Hal tadi dapat dilihat dalam facebook grup Kabar-kabari Humbang Hasundutan, Menuju Humbahas Hebat, Kabar Humbang Hasundutan dan Horas Humbang Hasundutan dengan jumlah keanggotaan group mencapai 150 ribu anggota.

Dalam membahas kemajuan dan perkembangan pembangunan wilayah Kabupaten Humbahas, sering memunculkan postingan berupa penggiringan opini publik oleh sekelompok orang guna menolak program pemerintah yang kini gencar dilakukan Pemkab Humbahas melalui Bupati Dosmar Banjarnahor, seperti penanganan infrastruktur jalan, pertanian yang meliputi; penanaman jagung, kentang, bawang putih dan pengadaan alsintan (alat pertanian) hingga kualitas kinerja para pejabat tinggi ASN di lingkungan Pemkab Humbahas yang dinilai banyak mengalami kegagalan dan keterlambatan.

“Kita tidak alergi terhadap kritik dan masukan dari semua elemen masyarakat, tetapi dalam penyampaiannya, hendaklah menempuh cara-cara yang bermartabat, sopan dan obyektif,” pinta Hotman.

Hotman berasumsi, Maraknya postingan ujaran kebencian, tendensius serta penggiringan opini adalah dilatarbebelakangi persoalan pribadi.

“Analisa saya, latarbelakangnya kemungkinan besar adalah persoalan pribadi/individu (orang per orang) yang dulu memiliki kedekatan dengan Bupati namun tak lagi sejalan. Opini melalui postingan yang bersifat tendensius itu kemudian digiring menjadi persoalan pemerintah sebagai lembaga yang disebut banyak mengalami kegagalan, sehingga ada upaya penggiringan opini guna menolak program pemerintah,” ucapnya.

Oleh karena itu, Hotman mengimbau agar masyarakatnya kedepan lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi masalah hukum terkait UU nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 mengenai penyebar hoaks maupun ujaran kebencian (hate spech) yang berdampak pada tindak hukum pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.“

Terlepas dari itu, sebagai orang batak yang religius dan ditopang Dalihan Natolu, hal seperti itu jelas bertentangan bertentangan denga budaya kita. Jadi, marilah bijak menggunakan media sosial,” tandasnya. (sht)

USI