News

Ayo Bersama Lawan Covid-19

FaseBerita.ID – Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar Ronald Saragih mengajak masyarakat dan pengusaha agar bersama melawan Virus Corona (Covid-19) dengan meningkatkan kesadaran sebagai upaya pencegahan agar virus tersebut tidak semakin mewabah. khus

“Sulitnya mendapat hand sanitizer saat ini, pengusaha kita minta agar menyediakan tempat pencucian tangan yang biasa-biasa saja dan melengkapi sabun cuci tangan,” kata Ronald Saragih.

Seperti yang diketahui, kata Ronald, hingga saat ini di Kota Pematangsiantar, belum ada dokter spesialis khusus mengambil lendir dari tenggorakan maupun hidung, salahsatu ciri-ciri terkena Covid-19.

“Alatnya saja belum ada di RSUD Siantar. Bahkan, dokter spesialis untuk itu juga belum ada yang dilatih Kementerian Kesehatan. Untuk itu, mari sama-sama menjaga atau mengawasi diri. Jadi, kita hanya bisa memeriksa gejala-gejalanya saja. Kalau memang mengarah ke situ (Covid-19, red) langsung kita rujuk ke Medan,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya hanya bisa mengimbau dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan BPBD, selaku tim pencegahan dan penanggulangan agar setiap pemilik usaha dan terminal menyediakan tempat cuci tangan. Seperti depan Kantor Dinkes, sudah tersedia.

“Di sana sudah kita buat pencuci tangan serta sabunnya. Jadi saya berharap kepada masyarakat agar meningkatkan kesadarannya untuk mencegah virus ini. Kita dari Dinkes hanya bisa menyediakan tempatnya saja. Kita hanya minta pengusaha menyediakan air dan mengisinya apabila sudah habis,” terangnya sembari mengatakan kalau ada pengusaha yang mau memasang boleh menghubungi BPBD maupun Dinas Kesehatan.

Ronald juga meminta kepada masyarakat agar bagi siapa yang baru dari luar kota agar segera melaporkan ke puskesmas maupun ke dinas kesehatan. Identitasnya juga akan dirahasiakan.

Pemko Siantar Siapkan Rp4 M

Sementara Kabag Protokoler Pematangsiantar Mardiana mengatakan, anggaran yang digunakan Pemko untuk pencegahan penyebaran virus COVID-19 masih diambil dari biaya tidak terduga yakni sebesar Rp3-4 miliar.

Namun, saat disinggung persiapan Pemko dalam menangani kelangkaan masker di apotek maupun di mini market, Mardiana mengatakan pihaknya masih mengusahakannya dan sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kelangkaan masker ini bukan cuma di Siantar, tetapi seluruh Indonesia. Saat ini kita masih berupaya,” ujarnya. (Mag 04)

USI