News

Ayah Pergi, Ibu Alami Gangguan Kejiwaan: Si Bungsu Meninggal Akibat Kurang Perawatan

FaseBerita.ID – Kematian Ikbal Pasaribu, bocah berusia 3 tahun pada Sabtu (20/7/2019) lalu sempat viral di media sosial. Banyak warga yang bersimpati dengan cerita sedih bocah yang ditinggal ayahnya tersebut hingga meninggal dunia karena sakit dan diduga kurang mendapat perawatan.

Keluarga Ikbal tinggal di Kelurahan PO Manduamas, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah. Korban merupakan bungsu dari delapan bersaudara, buah hati pasangan Abdi Martua Pasaribu dan Nurliani Hasugian.

Ibunya Nurliana Hasugian diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu diperkirakan warga menjadi pemicu perginya sang suami meninggalkan Nurliani dan kedelapan anaknya. Akibatnya, Ikbal dan saudaranya yang lain terlantar. Bahkan terakhir, Ikbal sampai meninggal dunia disebabkan penyakit, meski belum diketahui pasti penyakit apa yang membuatnya meninggal.

Rudi Siregar, salah seorang tetangga Ikbal mengatakan, penyakit bocah tersebut semakin parah lantaran kurang perawatan dari orangtuanya.

“Ikbal ini anak bungsu dari delapan bersaudara. Kita menduga Ikbal meninggal karena kurang perawatan dari orangtuanya,” kata Rudi.

Alasan kurang perawatan itu dikarenakan ibunya Nurliani Hasugian tak bisa berbuat apa-apa lantaran mengalami stres. Bahkan kondisi Nurliani saat ini disebut-sebut dirantai di rumah kerabatnya. Rudi menduga Abdi meninggalkan istrinya sekitar satu setengah tahun silam karena stres yang dialami Nurliani itu. “Kita duga begitu, (Nurliani Hasugian,red) mengalami stres sehingga ditinggal suaminya,” katanya.

Dan menurutnya, alasan Nurliani dirantai, karena sejak dua tahun belakangan sering lalulalang di pemukiman warga sambil berbicara sendiri serta memakai make-up. “Jadi selama itu pula, anak-anaknya dirawat oleh kakak Nurliani,” jelasnya.

Saat ini, warga menduga Abdi sedang berada di Kota Sibolga sebagai penarik becak bermotor. Bahkan disebut-sebut, Abdi juga sudah memilik pendamping. “Informasi yang kami peroleh, suaminya di Kota Sibolga, penarik becak bermotor. Kabarnya sudah menikah lagi,” ujarnya.

Diterangkan, jenazah Ikbal sudah dikebumikan pada Minggu (21/7/2019) lalu. Dan, meninggalnya Ikbal juga sudah diketahui ibunya. Di media sosial, banyak netizen yang prihatin serta berharap agar informasi tentang meninggalnya Ikbal sampai ke telinga ayahnya.

Seperti yang terpantau di akun Facebook Regar Bakso Bakar. Pemilik akun terlihat membagikan informasi serta foto tentang Ikbal dan ayahnya. “Nama anak ini IKBAL PASARIBU,,, Nama ayahnya ABDI MARTUA PASARIBU,,, Mohon disebar supaya ayahnya tau bahwa anak kandungnya telah berpulang ke Rahmatullah,” tulis pemilik akun Regar Bakso Bakar.

Postingan itu pun mendapat simpati dari netizen. Seperti yang ditulis akun Imas Adelia Wati. “Y Allah anak itu kasian amet derita saya juga yng di alami nya mudah mudahan di sana masuk surga y..Dede yng tenang y Dede perjuangan seberat apapun seorang ibu gimana kondisi anak selalu tidak jauh dari anak nya selalu syng ma anak …mudah mudahan ibu yng di tinggal kan yng tabah y Bu.”

Sementara ratusan pemilik akun lainnya juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ikbal. “Innalillahi wainna Ilaihi Roojiunn,” tulis pemilik akun Hendra.

Hingga Senin (22/7/2019) postingan tersebut sudah dibagikan 19 ribu kali. Kemudian postingan juga sudah dikomentari 713 kali.

Sementara Lurah Pasar Onan (PO) Manduamas, Kecamatan Manduamas, Amri Batubara yang dikonfirmasi New Tapanuli, Senin (22/7/2019) melalui telepon seluler menyampaikan bahwa pihak pemerintah terutama Kepala Puskesmas Manduamas sebelumnya telah mengunjungi Ikbal ke rumahnya. Dan saat itu, Kepala Puskesmas meminta agar Ikbal dibawa berobat rutin ke Puskesmas Manduamas.

“Namun ternyata setelah ditunggu-tunggu, pihak keluarga, mungkin karena kesibukannya masing-masing, tidak jadi membawa Ikbal berobat ke Puskesmas,” jelas Amri.

Menurut dia, solusi untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga, terutama mengenai anak-anak dari Abdi Martua Pasaribu dan Nurliani Hasugian, sebenarnya menurut kuncinya ada pada bapaknya Ikbal. “Jika dia pulang kembali ke keluarganya, diyakini keluarga ini akan baik kembali dan istrinya bisa sembuh untuk mengurus anak-anaknya.”

“Kita hanya berharap pihak keluarga dapat menyelesaikan persoalan ini dengan sebaik-baiknya agar anak-anak mereka tidak terlantar,”jelasnya.

Menurutnya, untuk saat sekarang ini, Pemerintah Kecamatan Manduamas sedang berupaya untuk mengatasi permasalahan anak-anak dari pasangan Abdi Martua Pasaribu dan Nurliani Hasugian.

“Pemerintah, terutama pihak Kecamatan Manduamas saat ini sedang berupaya memberikan bantuan meringankan beban anak-anak yang ditinggal bapaknya ini,” jelasnya.

Amatan wartawan koran ini di akun Facebook Regar Bakso Bakar, jenazah Ikbal sudah dikebumikan pada Minggu (21/7/2019) lalu. Si pemilik akun juga mengunggah foto-foto pemberangkatan jenazah. “Trima kasih sahabat atau saudaraku semua,,, adek ini sudah ditelepon ayahnya dan dia sudah dikebumikan,,, semoga lapang dalam kubur,,, aminnn…” tulisnya. (mis/int)