News

Ayah di Malaysia, Ibu Hilang di Sungai

FaseBerita.ID – Hembusan angin dari tepi sungai tak menyurutkan rasa sedih di keluarga Ishariyani, korban hilang di Sungan Silau. Bahkan kesedihan semakin meluap di wajah ketiga anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Betapa tidak, 6 bulan lalu ayah mereka merantau ke Malaysia, sementara ibu mereka  belum juga ditemukan.

Deru mesin perahu karet milik BPBD Asahan dan Tim SAR terus berbunyi di aliran Sungai Silau, menyisir sungai untuk mencari jejak ibu dari tiga anak ini.

Sedihnya, korban memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil. Yaitu, Ari (14), Risky (10) dan Nurwulan (8). Sementara, sang suami sedang merantau di negeri jiran (Malaysia) sejak 6 bulan lalu.

Beberapa hari sebelumnya, Ishariyani sempat terlihat aneh di mata keluarga dan tetangga. Biasanya selalu saling sapa. Akan tetapi, di akhir-akhir ini sempat diam saja walau ditegur oleh keluarga.

Adik korban bernama Heri Junaidi saat ditemui wartawan, Rabu (25/11) menjelaskan, Ishariyani selama ini telah menyimpan penyakit aneh seperti kejang-kejang.

“Kakak kami ini gak bisa banyak pikiran bang, kalau banyak pikiran dia selalu kejang-kejang seperti kesurupan,” jelas Heri.

Dari itu, kuat dugaan keluarga, Ishariyani tenggelam karena penyakitnya kumat saat mencuci pakaian di aliran sungai tersebut.

“Kalau berenang bisa, tapi kemungkinan kakak kami ini hanyut karena penyakitnya kumat,” kata Heri.

Saat kejadian, Ishariyani sedang bersama anaknya yang paling kecil yaitu Nurwulan. Seketika, Nurwulan lari dari sungai dan meminta tolong kepada orang sekitar. Spontanitas, warga setempat langsung lari ke sungai untuk mencari Ishariyani.

Kesedihan yang meluap terhadap keluarga sedikit terobati dengan kedatangan saudara dan kerabat untuk manghanturkan belasungkawa kepada keluarga.

Selain keluarga dan kerabat, Anggota DPRD Kabupaten Asahan Fraksi Golkar, Rippy Hamdani dan Calon Bupati Asahan, H. Surya, BSc pun tampak berada di lokasi hanyutnya Ishariyani.

“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa ibu Ishariyani. Kami harap keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan sabar,” kata H. Surya.

Di tempat yang sama, Rippy Hamdani juga menghanturkan kata yang serupa. Ia pun turut memberikan semangat kepada keluarga korban.

“Semoga, ibu Ishariyani cepat ditemukan. Harapan saya kepada keluarga agar senantiasa memperhatikan anak-anaknya. Pastinya anak akan sangat terpukul apabila di tinggal ibunya dengan seketika,” ujarnya.

Menurut informasi, Ishariyani yang merupakan Warga Jl. Sei Asahan, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan ini dikabarkan hilang terseret arus di aliran Sungai Silau, Senin (23/11) sore.

Ibu dari tiga anak ini diduga hanyut di sungai tersebut, tepatnya di sekitar titik lokasi Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Saat kejadian, ibu rumah tangga ini bersama putrinya Nurwulan (8)  sedang mencuci pakaian di aliran sungai silau. Kemudian, tiba-tiba korban jatuh ke sungai.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini pun langsung melaporkan hal tersebut kepada warga. Mendengar cerita sang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SD ini, warga langsung menuju lokasi untuk menolong.

Sangat disayangkan, hanya pakaian yang dicucilah yang ditemukan. Sementara korban sudah tidak ditemukan lagi di lokasi, diduga telah tenggelam hanyut di aliran sungai.

Selanjutnya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan mendapat laporan pada Selasa (24/11) dan langsung berkoordinasi dengan pihak BASARNAS Pos Tanjung Balai untuk operasi pencarian.

Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Asahan bersama pihak Basarnas Pos Tanjung Balai dengan cara menyisir aliran sungai dengan menggunakan perahu LCR sebanyak 2 unit serta peralatan pendukung SAR lainnya dari titik awal korban dilaporkan hilang tenggelam hingga radius lebih kurang 5 KM ke arah hilir.

Usaha masih belum membuahkan hasil, hingga saat ini, korban masih belum ditemukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga AP. Ia mengatakan bahwa pencarian korban untuk sementara dihentikan, mengingat waktu sudah mulai gelap.

“Korban belum ditemukan dan dilanjutkan Rabu (25/11) pagi untuk pencarian hari kedua korban dilaporkan hilang atau hanyut,” kata Khaidir.

Pencarian juga dilakukan pada Rabu (25/11). Hingga sore, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban. (Bay/fi)

iklan usi