News

Ayah dan Anak Demo PN Sibolga: Kecewa, Terdakwa Cuma Dituntut 4 Bulan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Pengadilan Negeri (PN) Sibolga dihebohkan dengan adanya aksi spontanitas tiga pria yang membentangkan kertas putih bertuliskan tuntutan keadilan kepada atas yang telah menimpa mereka.

Dari informasi yang diperoleh, ketiganya merupakan satu keluarga, ayah dan dua anaknya. Mereka ternyata merupakan korban pemukulan oleh petugas Satpol PP beberapa waktu lalu, saat terjadinya penertiban kafe dan warung remang-remang.

Dari hasil proses hukum yang berjalan, tiga petugas Satpol PP Tapteng ditetapkan tersangka dan kini telah berstatus terdakwa di kursi pesakitan PN Sibolga.

Meski demikian, satu keluarga tersebut, yakni David Butarbutar, Pangeran Butarbutar dan Samuel Butarbutar tidak terima dengan tuntutan yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana, JPU hanya menuntut ketiga petugas Satpol PP tersebut dengan kurungan selama 4 bulan.

Karena itulah David, ayah dari dua anaknya yang menjadi korban pengeroyokan petugas Satpol PP menggelar aksi spontanitas untuk mengetuk hati para penegak hukum atas penderitaan yang mereka alami saat pemukulan terjadi.

“Saya kecewa dengan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga ini. Saya tidak mengerti lagi dengan hukum yang ada di pengadilan ini. Hukuman yang diberi pengadilan itu tidak setimpal, masa pengeroyokan yang dilakukan 40 orang kepada kami hanya dituntut 4 Bulan,” seru David Butarbutar didampingi kedua anaknya dalam orasinya di depan kantor PN Sibolga, Kamis (1/8/2019) sore.

David meminta, agar ketiga petugas Satpol PP tersebut diberi hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Kami hanya minta, pelaku dituntut sesuai undang-undang yang berlaku. Sedangkan pencuri ayam saja bisa dituntut 2 tahun, kenapa kasus pengeroyokan, penganiayaan hanya 4 bulan saja,” ketusnya.

Sekali lagi, David mengaku kecewa dengan keputusan JPU yang hanya menuntut para pelaku selama 4 bulan.

Apalagi, sidang pembacaan putusan telah ditunda sebanyak 3 kali. “Saya sangat kecewa dengan pengadilan ini, karena selalu menunda-nunda terus persidangan. Sehingga saya menjadi ragu antara JPU dengan Satpol PP Tapteng, ada apa ini sebenarnya,” sebutnya.

Menurutnya, sudah hampir setahun kejadian pemukulan berlalu. Tapi sampai saat ini, proses sidang masih terus berjalan. Dan selama itu pula, para pelaku tidak pernah dilakukan penahanan badan.

“Di situ saya sudah ragu, dengan hasil tuntutan yang diberikan JPU kepada 3 pelaku. Akhirnya, keraguaan saya itu terbukti, dimana 3 anggota Satpol PP Tapteng itu hanya dituntut 4 bulan. Dan selama proses hukum ini, mereka tidak pernah ditahan,” ketusnya.

Tak hanya kepada pengadilan, David juga mengaku sangat kecewa dengan pihak Polres Tapteng yang hanya menetapkan 3 tersangka dari puluhan orang petugas Satpol PP yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap mereka bertiga.

“Dimana tugas Polres Tapteng, karena sampai saat ini tidak pernah melakukan olah TKP dan tidak pernah menahan barang bukti. Apalagi tiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bebas berkeliaran. Ada apa dengan Tapteng ini. Saya kecewa dengan pengadilan ini, tidak ada hukum di Tapteng ini,” pungkasnya. (ril/ts)

USI