News

Ayah Berbuat Bejat ke Putri Kandung: “Janganlah Kau Ginikan Aku Pak…”

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – RMG layak mendapat predikat ayah bejat. Bukannya melindungi, pria 44 tahun itu tega berulang kali menggauli putri kandungnya, Mawar (bukan nama sebenarnya).

RMG, warga Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, tega mencabuli anak kandungnya yang masih berumur 14 tahun. Perbutan bejat ini lepas dari pengawasan pihak keluarga maupun kerabatnya.

Terungkap, korban sudah tiga kali mencabuli putrid kandungnya di rumah tempat tinggalnya saat keadaan sepi.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai membenarkan peristiwa tersebut. Tersangka diamankan oleh Timsus Gurita Polres Tanjungbalai berdasarkan laporan yang dibuat oleh Paman korban dengan laporan polisi nomor : LP/192/VII/2019/SU/ResT.Balai/Tanggal 25 Juli 2019.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, perbuatan bejad ayah kandungnya ini sudah tiga kali dan terakhir pada Sabtu (6/7/2019) sekira pukul 13.00 wib. Saat itu korban sedang tiduran di dalam kamarnya, kemudian tersangka mendatangi korban ke dalam kamar, lalu tersangka mencabuli korban.

Korban menolak perbuatan tersangka dengan mengatakan ‘Awas lah pak..!!’ kemudian tersangka mengatakan ‘Bentar la Nang..’. Korban tidak berdaya dan terus meminta belas kasihan kepada ayah kandungnya ini dengan mengatakan ‘Janganlah kau ginikan aku pak…!!”. Kemudian tersangka berkata ‘Sekalinya, rindu kali bapak sama mamamu’ setelah itu tersangka mencabuli korban.

Tak diduga, tetangga korban tiba-tiba berkunjung dan perbuatan bejad korban pun terhenti. Karena merasa menjadi korban hawa nafsu dan tidak sanggup atas perbuatan ayah kandungnya, korban pun menceritakan hal ini kepada pamannya dan langsung melaporkannya ke Polres Tanjungbalai.

Tetangga korban, Mardi (42) mengatakan dulunya tersangka pindah ke Tanjungbalai bersama kedua anaknya. “Ngontrak rumah mereka disini bang. Ada dua anaknya, yang satu berumur 7 tahun, satu lagi korban berumur 11 tahun. Kedua anaknya tidak sekolah,” jelasnya.

Masih menurut warga, korban pindah ke Tanjungbalai bersama kedua anaknya. “Pelaku sudah pisah sama istrinya. Kita tidak tahu apa penyebabnya. Keseharian pelaku melaut dan sering mabuk-mabukkan. Masyarakat disini geram kali melihat ulah dia, masak anak sendiri di kayak gitu kan,” pungkasnya.

AKBP Irfan Rifai menambahkan tersangka ditahan di tahanan Polres Tanjungbalai terhitung Selasa (30/7) karena melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (3) Subs Pasal 82 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Perbuatan tersangka tersebut digolongkan dalam hubungan sedarah/ inses dapat ditambah hukuman 1/3 dari ancamann hukuman pokok,” ucap Kapolres. (ck04/rah)

iklan usi