News

Awas… Virus Distemper Mulai Serang Anjing!

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Masyarakat di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun resah. Beberapa anjing peliharaan mereka mati setelag diserang virus distemper.

Seperti disampaikan J Nainggolan, warga Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Senin (26/8/2019).

“Sudah tiga anak anjingku mati. Kemarin dua, tadi satu. Awalnya anak anjingku tidak mau makan, mata berair dan keluar kotoran mata. Kotorannya  juga berdarah,” terangnya.

Nainggolan mengaku tidak mengetahui penyakit yang menjangkiti anak anjingnya. Termasuk obatnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui bidang peternakan dapat membantu masyarakat melakukan vaksinasi untuk anjing peliharaan.

“Kami berharap Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Simalungun bidang peternakan agar membantu masyarakat agar dilakukan vaksinasi untuk anjing piharaan kami atau jenis obatnya sebelum anak-anak anjing bermatian. Kami siap membayar,” sebutnya.

Kepala Bidang (Kabid Peternakan) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Simalungun Posman Lumban Tobing didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan Texax BN saat diwawancarai di ruang kerjanya kemarin, membenarkan saat ini musim penyakit anjing yang disebut distemper.

“Memang sekarang musim penyakit anjing karena perubahan cuaca, sehingga anjing sering sakit pencernaan, kotoran darah, matanya berair, dan hilang nafsu makan. Itu disebut penyakit distemper,” terangnya.

Posman juga mengaku anak anjingnya terjangkit penyakit  distemper, sehingga terpaksa divaksinasi agar tidak mati.

“Anak anjing aku juga kena dua, makannya disuntik lalu diberi obat, vitamin, dan antibiotik. Sekarang sudah lumayan, yang tadinya tidak mau makan sekarang sudah makan tapi sedikit,” tukasnya.

Masih kata Posman, penyakit distemper riskan menyerang anak anjing berusia 1-4 bulan. Namun, sambungnya, jika sampai kotorannya berdarah, akan sulit diatasi.

“Kotorannya sangat bau, berdarah, mata berair (ada kotoran), dan mulut berbuih,” jelas Posma merinci tanda-tanda anjing terjangkit distemper.

Ia berjanji pihaknya akan survei ke lapangan secara door to door untuk melakukan pencegahan dan memberi vaksinasi terhadap anjing peliharaan masyarakat jika dibutuhkan.

“Kalau memang petugas kita di lapangan menemukan kasusnya, ya diobati. Memang untuk vaksinasinya mahal, sekitar Rp260 ribu, itu pun adanya di Medan. Masyarakat bisa mengobati dengan memberi obat diare, antibiotic, serta vitamin kepada anjing peliharaannya,” sebutnya.

Posman juga mengaku, Dinas Ketahanan Pangan Simalungun tidak memiliki obat distemper. Bahkan, katanya, mereka kekurangan petugas untuk menyurvei ke lapangan.

“Tidak ada pengadaan kita. Ya, dibeli masing-masinglah. Dulu petugas kita ada di setiap kecamatan, sekarang tidak ada setelah merger. Tinggal 14 petugas di seluruh kabupaten, jadi memang kekurangan petugas. Imbauan kita kepada masyarakat, supaya hewan peliharaan dikasih makanan yang sehat, dirawat kebersihannya. Soalnya kadang hewan peliharaan dilepas begitu saja, jadi apa saja dimakan,” pungkasnya. (mag-05)