News

Atlet Tobasa Adi Popay Manurung Kecewa Ketimpangan Tali Asih

TOBASA, FaseBerita.ID – Atlet berprestasi Adi Popay Manurung merasa sangat kecewa atas ketimpangan yang dia alami saat penerimaan tali asih di Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang digelar di Lapangan dinas Kantor Bupati Balige, Kabupaten Toba Samosir, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, Ia sangat jengkel sekali kepada para pembina Olahraga yang ada di Kabupaten Toba Samosir, juga benar-benar tidak mengerti tentang jenjang prestasi kepada yang diperoleh atletnya. Atau mereka (pihak terkait) sengaja tutup mata atas perjuangan dan pengorbanan atlet Tobasa yang sudah pernah membawa harum nama Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara dan juga pernah mengibarkan bendera Indonesia ditingkat Internasional.

“Sungguh sangat di sayangkan. Saya tidak mempermasalahkan nominal tali asihnya, tapi ketimpanganlah yang membuat saya merasa sangat kecewa sekali. Atlet yang prestasinya hanya di daerah, diberi tali asih sebesar Rp10 juta. Sementara saya sudah berprestasi di tingkat nasional bahkan di Internasional, dihargai hanya Rp1 juta,” ucapnya.

Adi Popay Manurung pria kelahiran Balige 17 Maret 1994 yang juga sebagai atlet MMA (Mixed Martial Art) ini, pada Haornas kemarin setelah acara penerimaan tali asih, Ia langsung menanyakan ketimpangan yang diperolehnya kepada Ketua Koni Tobasa bahwasanya  kenapa hal ini bisa terjadi.

Kemudian, pihak Koni langsung mengarahkan Adi untuk kembali menanyakan hal tersebut kepada Dispora yang sekarang sudah digabung ke Dispen. Lalu Adi menjumpai Kabid Olahraga yaitu Pak Henri Simarmata, dan beliau katakan harusnya hal ini menjadi tanggung jawab Koni. Dan mereka katakan yang di hargai Pemda hanya sampai prestasi Daerah saja.

“Saya bingung, mereka benar-benar tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai setiap tetesan keringat maupun tetesan darah yang sudah saya keluarkan di sesi latihan hingga di pertandingan. Tetapi saya berpikir lagi, kalau ini saya diamkan dan saya biarkan, ini akan berkelanjutan hingga tahun-tahun berikutnya, saya sebagai senior di Wushu harus menggebrak ketidakadilan ini agar regenerasi berikutnya tidak merasakan hal yang sama,” serunya.

“Dan tahun berikutnya saya sudah berpikir untuk berlabuh ke daerah lain saja yang bisa memperhatikan dan menghargai perjuangan atletnya, bukan yang membisniskan atletnya,” tambahnya.

Tiket PON Papua sudah aman digenggamannya mewakili Provinsi Sumut. Padahal untuk mengamankan tiket PON PAPUA harus melalui Porprov, setelah itu Porwil baru Kejurnas Pra PON, yang belum tentu mendapatkan tiket PON.

Sementara Adi Popay Manurung sudah menjadi nomor 2 di Indonesia dengan raihan medali Perak di PRA PON 2019.

Selanjutnya, saat hendak dikonfirmasi terkait hal ini kepada Ketua Koni Toba Samosir A. Simanjuntak melalui telepon selulernya, tidak ada jawaban.

Terpisah, saat dikonfirmasi kepada Kadis Pendidikan Tobasa melalui Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Henry Simarmata mengatakan bahwa terkait pemberian penghargaan kepada olahragawan berprestasi, pada Haornas kemarin adalah diperuntukkan bagi tingkat Kabupaten yang bertanding di Porprov atau Kejurprov. Sedang untuk atlet berprestasi ditingkat nasional, penghargaan diberikan oleh Provinsi.

“Kita sudah bahas ini panjang lebar dengan Adi Popay Manurung secara offline. Dan kita berikan pengertian. Saya sarankan ke dia, agar tetap semangat dan berprestasi jangan kecil hati ke depan kita berupaya akan duduk bersama dengan Koni sebagai pembina olahraga prestasi, serta stakeholder olahraga lainnya agar pemberian penghargaan seperti ini bisa mengarah ke yang lebih baik,” terang Henry Simarmata.

Lanjutnya, ketika Adi dapat medali pada PON waktu lalu, Adi juga  diberi tali asih sebesar Rp15 juta. Semuanya tergantung keuangan daerah.

“Hanya saja selama ini kita  masih tergantung penuh pada dana pemerintah. Ke depan akan kita ajak duduk bersama para badan usaha/staholder olahraga lainnya utk menjadi bapak angkat bagi cabang olahraga berprestasi di daerah kita,” tambahnya.

Prestasi Nasional – Internasional diraih oleh Adi Popay Manurung: 

2015: Medali Perunggu (Juara III) Pra PON JABAR
2016: Medali Perunggu (Juara lll) PON JABAR
2017: Medali Perunggu (Juara III) Kejuaraan Nasional / Road to Asian Games – Jakarta
2018: Medali Emas (Juara I) Kejuaraan Nasional / Piala Presiden – Yogyakarta
2018: Medali Emas ASEAN UNIVERSITY GAMES (Juara I) – Myanmar
2019: Medali Perak Kejuaraan Nasional Pra PON (Juara II) – Bangka Belitung

Kejuaraan Daerah

Dari tahun 2013 hingga 2019 masih menjadi yang terbaik di Sumatera Utara yang selalu memberikan medali untuk Kabupaten Toba Samosir.

Sedangkan pada prestasi MMA ( Mixed Martial Art) 8 kali bertanding, 6 kali menang, 2 kali kalah serta Peringkat 3 kelas Flyweight. (os/osi)

iklan usi