News

ASN Tersangkut Narkoba Terancam Disanksi

FaseBerita.ID – Sekda Tapteng Hendri Susanto menegaskan bahwa bila benar terbukti terlibat narkoba maka RCH (33) oknum ASN yang tersangkut narkoba, akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. Hal itu disampaikan Sekda Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, Rabu (15/5).

“Ya nanti pembuktianlah, ya kita akan mengadakan tindakan disiplin pegawai sesuai PP 53, kalau terbukti,” ujar Hendri saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Untuk itu, lanjut Hendri, pihaknya akan menunggu hasil lanjutan pemeriksaan terhadap Oknum ASN tersebut guna menjadi dasar pemberian sanksi yang dilakukan oleh pihaknya.

“Itu ada berat, sedang, ringan, kan gitu. Nanti dari hasil pemeriksaan Polres lah, kita tunggu dulu hasil pemeriksaan Polres,”ucapnya.

“Kalau tidak terbukti nanti, negatif nanti, masak kita pecat orang, kan gak mungkin kan,” tambah Hendri.

Kendati, atas penangkapan oknum ASN Pemkab Tapteng itu, Hendri mengaku kaget, pasalnya hingga saat ini Ia belum mendapatkan informasi. “Belum, saya lagi rapat di Medan memang. Baru tau informasinya,” katanya.

Hendri juga menuturkan, bila nantinya benar terbukti Oknum ASN tersebut terlibat penyalahgunaan Narkoba, maka akan sangat disayangkan.

Hal itu mengingat selama ini selalu dilakukan imbauan agar ASN untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu, Hendri juga mengatakan bahwa Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada ASN di Pemkab Tapteng sangat tegas untuk persoalan itu, sehingga merokok di kantor Pemkab Tapteng saja tidak diperbolehkan.

“Kalau memang terbukti nanti sangat kita sayangkan, Bupati kan sangat tegas, jangankan narkoba merokok saja dilarang, tapi ini nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dari Polres ya,”tutupnya.(dh)

Beri Sanksi Berat

Ketua LSM LIPPAN (Lembaga Independen Pengawasan Pejabat dan Aparatur Negara) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam memberantas pelaku penyalahgunaan narkoba.

Hal ini menyusul pengungkapan dan penangkapan yang sangat gencar dilakukan personil kepolisian beberapa bulan belakangan ini, khususnya Sat Narkoba Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Poles Sibolga, yang begitu gigih memberantas dan menindak pelaku penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Patut kita dukung dan apresiasi karena narkoba telah menjalar kesegala lini, termasuk kepada anak sekolah dan aparatur negara,” ujar Ketua LSM LIPPAN Tapteng, Mangudut Hutagalung, Rabu (15/5).

Mangudut menyebutkan, perkembangan penyalahgunaan narkoba saat ini sudah sangat memperihatinkan. Kalau dulu peredaran dan pecandu narkoba hanya berkisar di wilayah perkotaan, kini tidak ada satupun kecamatan atau bahkan desa yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap obat terlarang itu. Oleh karena itu, disamping upaya pembinaan dan pencegahan, penindakan tanpa pandang bulu juga sangat penting dilakukan.

“Kita berharap Polri tidak pandang bulu dalam menindak pelaku penyalahgunaan narkoba. Apakah pelaku adalah masyarakat biasa, pengusaha, atau ASN sekalipun semuanya harus disikat Jangan ada praktik 86 atau damai terhadap pelaku kejahatan ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau peran aktif masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Informasi peredaran dan penyalahgunaan berbagai jenis narkoba di lingkungan masing-masing, akan sangat membantu aparat kepollisian dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku.

Terkait adanya penangkapan ASN Pemkab Tapteng oleh jajaran Sat Narkoba Polres Tapteng karena menguasai narkotika jenis sabu, ia meminta agar Bupati Tapteng memberikan sanksi berat kepada oknum ASN tersebut. Karena menurutnya, ASN itu adalah profesi yang mempunyai kode etik, dan yang melanggar kode etik harus dikenai sanksi hingga ketingkat pemecatan.

”Kalau sudah positif terbukti, kita berharap Bupati Tapteng menerapkan sanksi pemecatan,” pungkasnya. (ztm)

USI