News

APBD Siantar Paling Boros Bayar Gaji PNS

JAKARTA, FaseBerita.ID – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan penggunaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) banyak yang belum maksimal menopang perekonomian. Banyak anggaran yang habis untuk bayar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah. Dan yang paling besar adalah Kota Siantar.

“Untuk pemerintah kota, rata-rata 35,7% APBD habis untuk belanja pegawai. Kota Siantar paling besar, 47,63% APBD hanya untuk belanja pegawai,” ujar Sri Mulyani, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (24/5/2021).
Sri Mulyani mengatakan, APBD saat ini masih banyak mengandalkan uang dari pemerintah daerah dalam bentuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).

Sementara sekitar 30% dari anggaran pemerintah pusat saat ini diperuntukkan ke daerah lewat TKDD. “Jadi 30% anggaran kita (pemerintah pusat), efektivitas dan kualitasnya tergantung daerah. Pemanfaatan TKDD sangat penting untuk ekonomi,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengutarakan kritiknya soal APBD yang banyak habis untuk bayar gaji PNS atau belanja pegawai. Untuk pemerintah provinsi, lanjut Sri Mulyani, rata-rata anggaran belanja pegawai adalah 27,4% dari APBD.

Dia menjelaskan, mayoritas pemprov menghabiskan anggaran belanja pegawai di atas rata-rata tersebut. Sri Mulyani mengatakan Provinsi Bangka Belitung paling besar belanja pegawainya, yaitu 35% dari APBD. Sementara yang terendah adalah Jawa Barat, yaitu 21,4% dari APBD.

“Untuk pemerintah kabupaten 35,5% rata-rata anggarannya untuk bayar gaji. Berau terendah, yaitu 22%. Kemudian ada 30 pemerintah kabupaten di atas itu. Tertinggi Bangkalan sebesar 50%,” papar Sri Mulyani.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengungkapkan, akuntabilitas penggunaan APBD masih perlu diperbaiki. Karena masih banyaknya temuan-temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).(wad/fabe)