News

Antrean Haji Capai 39 Tahun: Perlu Kesadaran Daftar Haji di Usia Muda

JAKARTA, FaseBerita.ID– Minat mendaftar haji di Indonesia sangat tinggi. Namun kuota haji setiap tahun tidak mengalami peningkatan. Akibatnya terjadi antrian panjang untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Rata-rata antrian haji saat ini 12 tahun sampai 39 tahun.

’’Jumlah pendaftar haji tumbuh rata-rata 10 persen setiap tahun,’’ kata Direktur Unit Usaya Syariah PermataBank Herwin Bustaman, dalam diskusi online produk PermataTabungan iB Haji, Kamis (14/5). Di satu sisi kuota haji tidak mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir ini.

Kuota haji Indonesia mulai 2017 sampai sekarang stagnan di angka 221 ribu kursi. Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) di 2016, jumlah pendaftar haji ada 488.424 orang.

Kemudian naik menjadi 607.544 orang di periode 2017. Lalu di 2018 dan 2019 jumlah pendaftar haji ada 679.497 orang dan 747.213 orang.

’’Hingga tahun 2019, terdapat sekitar 3 juta pendaftar haji yang masih dalam antrian dan menunggu waktu keberangkatan,’’ jelas Herwin. Di tengah antrian yang cukup lama itu, dia mengatakan masyarakat perlu memiliki kesadaran bersama untuk mendaftar haji di usia dini. Misalnya di usia 17 tahun atau 21 tahun.

Misalnya mendaftar haji di usia 17 tahun, dengan antrian rata-rata misalnya 20 tahun, maka dia berangkat di usia 37 tahun. Sebaliknya jika dia tinggal di daerah dengan antrian yang mencapai 39 tahun, maka mendaftar di umur 17 tahun dan diperkirakan berangkat di usia 56 tahun.

Mendaftar haji di usia dini ini penting, karena terkait dengan kondisi kesehatan. Sebab haji adalah ibadah yang juga membutuhkan kondisi fisik prima.

Seperti diketahui haji adalah ibadah dengan sejumlah ritual yang membutuhkan stamina atau fisik prima. Mulai dari tawaf mengelilingi kakbah, sa’i atau berlari kecil antara bukit safa dan marwah, sampai melontar jumrah di Mina. Jarak antara tenda jamaah haji Indonesia dengan titik melontar jumrah cukup jauh.

Belum lagi ditambah cuaca di Arab Saudi yang umumnya lebih panas ketimbang di Indonesia.
Untuk mendukung semangat mendaftar haji di usia muda, Herwin menuturkan PermataBank memiliki produk PermataTabungan iB Haji.

Diantara kemudahannya adalah terhubung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag. Sehingga mempermudah pendaftarannya. Selain itu bebas biaya administrasi bulanan tanpa syarat. Setoran awal Rp 250 ribu dan setoran berikutnya minimal Rp 50 ribu.

’’Akad yang digunakan mudharabah mutlaqah,’’ jelasnya.
Kesadaran mendaftar haji di usia muda sebelumnya juga pernah disampaikan jajaran Kemenag. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis mengatakan, sesuai ketentuan Kemenag, pendaftaran haji bisa dimulai sejak usia 12 tahun.

Dengan tingginya kesadaran mendaftar haji di usia muda, maka persentase jumlah jamaah lansia bisa dikurangi. Tahun lalu data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, 60 persen lebih jamaah haji Indonesia adalah lansia. (jpc/int)