News

Antisipasi Paham Radikal: Kadus dan Kepling Awasi Aliran Kepercayaan Masyarakat

ASAHAN, FaseBerita.ID – Guna mengantisipasi masuknya paham radikal, Pemkab Asahan membentuk tim pengawas aliran kepercayaan masyarakat (Pakem).

Dalam hal ini, tim yang beranggotakan seluruh kepala dusun (Kadus) dan kepala lingkungan (Kepling), diminta bekerjasama untuk mengawasi aliran kepercayaan masyarakat terutama yang mengarah kepada radikalisme.

“Oleh karena itu, kepala dusun dan kepling se-Kabupaten Asahan diminta bekerja sama dengan tim Pakem ini,” kata Plt Bupati Asahan H Surya dalam membuka dialog interaktif bersama kadus dan kepling itu, di aula Melati kantor Bupati Asahan, Selasa (23/7/2019).

Surya mengaku, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, apalagi Kabupaten Asahan dikatakannya bisa dikatakan miniaturnya Indonesia karena masyarakatnya terdiri berbagai macam unsur etnis, adat dan budaya.

“Adapun, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan informasi, menyamakan persepsi, menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, damai dan sejahtera, memelihara kondisi damai dan harmonisasi, meningkatkan tenggang rasa dan toleransi,” kata Surya.

Diterangkan Surya, pesatnya perkembangan arus informasi di tengah kemajuan perangkat teknologi harus tetap diwaspadai. Sebab, aliran kepercayaan itu mudah dipelajari melalui dunia digital.

Selain itu, Surya berharap sosialisasi yang digelar dapat memberi langkah yang tepat bagi kepala dusun untuk turut berperan mencegah gesekan di tengah masyarakat.

“Upaya pencegahan tidak hanya peran pemerintah atau aparat keamanan saja. Akan tetapi, anggota masyarakat lah yang sangat diharapkan menjadi garda terdepan menjaga keharmonisan,” pungkasnya.

Rahmad Purwanto selaku Ketua Tim Pakem Kabupaten Asahan mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memeroleh informasi yang sebenarnya mengenai adanya aliran kepercayaan dan agama yang berkembang di masyarakat.

“Maka dari itu diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Asahan, jika ada menemukan fenomena aliran yang menyimpang, langsung melaporkannya kepada pihak yang berwajib, jangan melakukan tindakan hal-hal yang dapat melanggar hukum,” kata Rahmad yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan.

Terlebih, kejaksaan turut memiliki peran dalam melakukan pembinaan dan pengawasan aliran kepercayaan, serta agama yang berkembang di masyarakat Kabupaten Asahan.

“Dalam tim ini merupakan langkah yang tepat mengajak kadus dan kepling. Namun jika ada informasi tersebut, mohon dicek dulu kebenarannya dengan berkordinasi melalui tim Pakem,” ujarnya. (per/ahu)

iklan usi