News

Antisipasi Mudik, Akses Kota Medan Mulai Ditutup

MEDAN, FaseBerita.ID – Kota Medan mulai tertutup. Pasca larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, seluruh akses masuk Kota Medan, baik darat, laut, dan udara, ditutup. Jalur darat, tiga jalur masuk Medan yang berbatasan dengan kabupaten lain, ditutup beberapa jam oleh aparat Polrestabes Medan.

Kereta api jarak menengah tidak beroperasi. Jalur laut via Belawan dihentikan. Jalur udara lewat Bandara Kualanamu juga tidak melayani penumpang. Penutupan berlaku sejak Sabtu (25/4).

Pantauan di lapangan, Minggu (26/4), penutupan akses Kota Medan via jalur darat yang berbatasan dengan kabupaten lain, ditutup di tiga check pointn

Pertama di Jalan Medan-Tanjung Morawa, Kelurahan Bangun Mulia, Kecamatan Medan Amplas. Kedua, di Jalan Medan-Binjai, Diski, Pos Polantas Polsek Medan Sunggal. Dan ketiga, di Jalan Medan-Berastagi, Green Hill Sibolangit.

Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, dengan menempatkan pembatas jalan atau water barrier di badan jalan secara zig zag. Karena belum semua pengendara mengetahui penutupan tersebut, sejumlah kendaraan roda empat atau lebih yang hendak masuk ke Medan terpaksa memutar balik. Begitu juga dengan kendaraan roda dua. Namun sebagian nekat melawan arus.

Namun sebaliknya, penutupan jalan tidak dilakukan terhadap akses yang menuju ke luar Kota Medan.

Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, mengatakan penutupan jalan dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sekaligus dalam rangka Operasi Ketupat Toba 2020.

“Penempatan pembatas jalan supaya ada perlambatan laju kendaraan. Juga untuk memudahkan personel memeriksa pengemudi dan penumpang yang hendak mudik. Adapun Posko Mudik masih dalam tahap pengerjaan. Diharapkan akan selesai secepatnya,” ucap dia.

Sonny mengatakan, sudah banyak kendaraan yang hendak mudik ke Medan, yang disuruh balik ke daerah asalnya. Tetapi tidak disebutkan berapa banyak kendaraan yang disuruh memutar balik.

“Minggu dini hari, kita melakukan pengecekan kendaraan di check point Posko Diski Kampung Lalang. Semua kendaraan yang melintas langsung diperiksa oleh petugas dalam hal kelengkapan dokumen dan identitas pengemudi. Sudah banyak kendaraan yang kita suruh memutar arah ke asal mereka,” sebutnya.

Kendaraan Logistik Boleh Lewat

Mengenai sanksi hukum terhadap pengemudi yang ingin ke Medan, menurut Sonny, sejauh ini belum ditentukan. “Sanksi belum ada saat ini. Tahap awal, hanya diarahkan untuk kembali ke asal mereka,” cetusnya.

Menurutnya, penutupan akses jalan ini masih sementara dan masih dalam tahap uji coba untuk menyesuaikan kekuatan personel. Untuk selanjutnya, perlu dibahas dalam rapat bersama instansi terkait.

Dia mengimbau masyarakat agar menunda kegiatan mudik tahun ini, karena pandemi Covid-19 masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di Medan. Selain itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19, yaitu selalu pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, sebagainya.

yahanda, Jalan S Parman simpang Jalan Sudirman, Jalan Williem Iskandar simpang Jalan Cemara, Jalan Williem Iskandar simpang Jalan HM Yamin, Jalan AH Nasution simpang Jalan Bajak II, Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Simalingkar, Jalan AH Nasution simpang Jalan Karya Wisata.

Warga Mengeluh

Seorang pengendara sepeda motor, Irwan, mengatakan ia datang dari Tanjung Morawa Deliserdang tujuan Medan. Karena jalur ditutup, ia terpaksa putar arah ke simpang Tritura menuju jalan AH Nasution Medan, agar dapat tiba ke tempat tujuannya.

“Saya jadi khawatir dengan penutupan jalan seperti itu. Kita yang pulang kerja larut malam dan berdomisili di Medan, harus putar arah seperti itu. Sementara kondisinya masih rawan pandemi Covid-19 dan jalanan sepi. Kalau ada apa-apa di jalan, gimana?” tuturnya miris.

Ia meminta agar pihak kepolisian memberikan tenggang rasa kepada warga Medan yang bekerja di luar Medan hingga larut malam. “Ya, seperti saya ini. Pulang pergi Medan-Tanjung Morawa karena bekerja. Jika jalan setiap hari ditutup seperti ini, repot juga saya,” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan warga Jalan Setia Budi Medan, Syafrida. Ia menuturkan, sejak sore jalan Jalan Tanjung Morawa menuju Medan, ditutup. “Gawat juga begini. Masak tidak sesuai di surat pemberitahuan sih? Katanya mulai malam jam 23.00 WIB, baru ditutup. Ini sore kok jalannya udah ditutup,” katanya dengan nada kesal.

Syafrida berharap pihak kepolisian konsisten dengan surat pemberitahuan yang disebarkan.

AKDP dan AKAP Tak Beroperasi

Peraturan Kemenhub tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, tak hanya berdampak pada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Ratusan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Kota Medan, juga terpaksa berhenti beroperasi. Paslanya, Kota Medan telah masuk dalam kawasan zona merah.

“Untuk AKDP, ratusan armada kita stop beroperasi. Untuk AKAP juga sangat banyak. Total ada sekitar seribuan sopir dan kernet kita yang terpaksa dirumahkan. Kalau bicara kerugian, sudah tak terhitung,” ucap Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe, Minggu (26/4).

Sebagai contoh, bus AKDP ‘Nice’ jurusan Medan-Siantar dan Medan-Tanjungbalai, menghentikan ratusan armadanya. Dampaknya, pengusaha kesulitan membayar angsuran kredit mobil, gaji karyawan, serta biaya operasional lainnya.

“Apakah kami juga harus membayar pajak kendaraan dalam kondisi merugi ini? Apakah kami juga harus membayar retribusi kartu pengawas, speksi dan lainnya? Tak ada kejelasan soal ini,” keluhnya.(ris/map/gus/btr/mag-01)