News

Aniaya Pengutang di SPBU Pasutri Ditangkap Polisi Tapteng

FaseBerita.ID – Personil Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) mengamankan dua dari tiga tersangka penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di SPBU Lopian, Kecamatan Badiri, pada 8 Agustus 2020 sekira pukul 19.30 WIB. Kedua tersangka merupakan pasangan suami istri (pasutri) yakni, MAFS alias B (48) dan SS (46), warga Lingkungan I Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng.

Satu tersangka lainnya berinisial INS alias I (24), yang disebut-sebut anak kandung dari MAFS dan SS, masih belum tertangkap alias buron.

Penangkapan pasutri tersangka tindak pidana penganiayaan ini dibenarkan Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedi Arifianto melalui Kasubbag Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning menyebutkan, kedua tersangka ditangkap dari dua tempat yang berbeda.

MAFS alias B diamankan saat sedang berkumpul dengan temannya minum tuak di sebuah gang di Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Kamis (4/3) sekira pukul 23.30 WIB. Sementara SS ditangkap di depan Mapolres Tapteng, Jumat (5/3), yang ketika itu hendak menjenguk suaminya, tersangka MAFS.

“Kejadiannya pada Sabtu 8 Agustus 2020 sekira pukul 19.30 WIB, saat korban bersama sopirnya sedang mengisi BBM di SPBU Lopian,” sebut Nicolas, Sabtu (6/3).

Diterangkan, aksi penganiayaan yang dilakukan ketiga tersangka terkait masalah utang piutang. Korban SM (50), warga Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, didatangi pelaku di SPBU Lopian. Marah-marah, pelaku meminta korban untuk membayar utangnya.

Saat korban turun dari mobilnya, MAFS langsung memeluk korban dari arah belakang dan membawa ke taman SPBU Lopian, sambil berteriak “bunuh, ni dia, matikan”. Mendapat perintah dari orangtuanya, tersangka INS alias I memukuli wajah dan dada korban dengan tangan dan lutut. Sementara tersangka SS memukul bagian punggung sebelah atas korban.

Tidak berhenti sampai di situ, sembari. berteriak “terusss, bunuh…” MAFS menarik baju yang dikenakan korban hingga menutupi wajah. INS lalu mengambil sepotong kayu bulat ukuran panjang 40 cm dan langsung memukul dengan cara menombak kebagian dahi sebelah kanan korban.

“Beruntung pada saat genting tersebut, beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, melerai dan mengamankan korban,” tukas Nicolas.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka di inapkan di sel tahanan Mapolres Tapteng. Sepotong kayu bulat ukuran 40 cm dan baju warna coklat merk Hugo, dijadikan barang bukti. (ztm/fabe)

USI