News

Anggota Moge Penganiaya Prajurit TNI jadi 5 Tersangka

FaseBerita.ID – Polisi Bukittinggi kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan penganiayaan prajurit TNI oleh pengendara motor gede (moge) Harley Owner Grup (HOG) Siliwangi Chapter Bandung Indonesia yang terjadi di Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10).

Kali ini, penyidik Kepolisian Resor Bukittinggi, Sumatera Barat menetapkan satu lagi tersangka, pria berinisial TS (33).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake mengatakan, TS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik.

Baca juga: Bertambah Dua Lagi, 4 Pengendara Moge jadi Tersangka Penganiaya Prajurit TNI

Ia menjelaskan pelaku TS ini mendorong korban sampai terjatuh dan hal ini diperkuat sejumlah saksi di lokasi tersebut dan juga rekaman video cctv.

“Jumlah total tersangka yang ditahan saat ini menjadi lima orang,” kata Satake, Senin (2/11/2020).

Sebelumnya polisi telah menetapkan empat pengendara moge tersangka penganiayaan prajurit TNI.

Ia mengatakan awalnya polisi menetapkan dua pelaku yakni BS (18) dan MS (49).

Baca juga: 2 Anggota Gerombolan Moge Pengeroyok Prajurit TNI jadi Tersangka, Ini Dia Tampangnya..

Setelah dilakukan pengembangan ada dua tambahan tersangka baru HS (48) dan JA (26)

“Keempatnya saat ini ditahan di rumah tahanan Mapolresta Bukittinggi,” kata dia.

Ia menerangkan tersangka HS ini didapati melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak tiga kali berdasarkan keterangan dan saksi dan video cctv toko yang ada di lokasi kejadian.

Kemudian tersangka JA juga melakukan pemukulan kepada korban dan dibuktikan dengan video cctv.

Baca juga: TNI Minta Usut Kasus Pengeroyokan Prajuritnya, Touring Moge Sering Berlaku Arogan

Sebelumnya Polres Bukittinggi menetapkan dua orang dari rombongan motor gede HOG Siliwangi Bandung Chapter Indonesia sebagai tersangka pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dua orang anggota TNI Kodim 0304/Agam.

“Setelah kami terima laporan korban, langsung dilakukan proses hukum, kemudian ditetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara.

Kedua pengendara yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah MS, dan B dijerat pasal 170 KUHPidana Juncto (Jo) pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan.

Baca juga: Ayam Potong Tak Diberi Preman Keroyok Anggota TNI di Medan

Ia mengatakan atas perbuatannya itu para tersangka terancam pidana dengan ancaman lima tahun penjara.

Saat ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga langsung melakukan penahanan badan terhadap kedua tersangka di sel tahanan Mapolresta Bukittinggi sejak pukul 04.00 WIB.

Ia mengungkapkan dalam memroses kasus itu pihaknya telah memeriksa saksi, anggota klub, rekaman video saat peristiwa dugaan penganiayaan terjadi, serta alat bukti lainnya.

“Dari pemeriksaan itu akhirnya mengarah kepada kedua tersangka,” katanya.

Dody menjelaskan saat ini proses kasus itu masih terus dilakukan dan tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka lainnya. (Antara/fi)

iklan usi