News

Anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga Dituntut 1 Tahun Penjara

Terbukti Melakukan Penganiayaan

FaseBerita.ID – Jaksa Penuntut Umum Juna Karokaro SH dalam sidang pembacaan tuntutan secara tele confrence di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (18/1) lalu menuntut hukuman penjara selama 1 tahun kepada Benfri Sinaga, anggota DPRD Kabupaten Simalungun. Sidang pembelaan akan digelar, Senin (25/1).

Benfri Sinaga warga Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun dituntut karena melakukan pidana dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang. Mengakibatkan korban luka-luka sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) je-1 KUHPidana.

Barang bukti berupa 1 baju kaos oblong yang kena darah dan 1 kaus kain lap yang kena darah dipakai untuk berkas terdakwa Andi Joan Sinaga dalam berkas terpisah.

Jaksa membuktikan bahwa terdakwa Benfri Sinaga ikut memaki dan menganiaya korban Koster Aprison Hutajulu, warga Huta Parmonangan Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja. Saksi korban Koster Aprison Hutajulu dan saksi Bekman Siahaan yang sedang berada di warung kopi milik saksi Mutiara Boru Manurung di Dusun Parmonangan Kec Huta Bayu Raja sedang makan gado-gado di teras warung.

Kemudian datang saksi Ruben Silaen bersama anaknya mau makan lontong dan beberapa menit kemudian terdakwa datang ke warung dan duduk satu meja dengan saksi Ruben Silaen lalu bercakap-cakap.

Tiba-tiba saksi Bekman Siahaan yang sudah duluan disitu menanya terdakwa Benfri Sinaga, ‘kira-kira siapa ketua paslon bupati untuk bulan ini yang kita pilih “? Lalu terdakwa Benfri menjawab,” yang saya bawa kan RHS, adapun alasan saya mendukung RHS karena RHS mampu menyumbangkan dana dan adapun alasan saya tidak mendukung Anton Rospita karena dana covid 19 Kabupaten Simalungun senilai 150 milliard dikorupsikan Bupati Simalungun JR Saragih untuk mendanai pencalonan abang kandungnya bapak Dr Anton Ahmad Saragih dan saya bertanggung jawab dengan perkataan saya ini dan saya sudah pernah membalikkan meja DPRD supaya dana covid 19 di audit “.

Mendengar itu saksi korban membalas,” kalau pribadiku aku mendukung Anton dan alasanku tidak mendukung RHS karena dia rentenir”.

Lalu terjadi adu argumen membela sosok pilihan masing-masing untuk calon bupati Simalungun mendatang. Hati terdakwa panas dan tak bisa mengendalikan diri sebagai anggota DPRD lalu memaki saksi korban dengan cakap kotor dalam bahasa Batak.

Maka saksi korban Koster Aprison membalas makian serupa, lalu mereka beradu mulut, tegang. Mendengar dan melihat itu saksi Ruben Silaen segera keluar dari warung tetapi semenit kemudian datang bersama saksi Andi Joan Sinaga dituntut terpisah.

Saksi korban pun segera menelepon saksi Juniapul Purba,” dimana lae, tolong dulu, soalnya aku sudah ribut ini sama si Benfri Sinaga”. Semenit kemudian saksi Juniapul Purba sudah datang bersama saksi Biraba Siahaan SE. Sementara itu saksi Andi Joan Sinaga bersama Ruben Silaen begitu masuk warung segera adu mulut dengan saksi korban, malah saksi Andi Joan Sinaga mendorong tubuh saksi korban hingga jatuh dari kursinya dan setelah berdiri dicekik oleh saksi Andi Joan sampai korban sesak nafas dan saksi Ruben Silaen meninju mata saksi korban dan terdakwa Benfri Sinaga memukul kepala bagian belakang korban.

Saksi Juniapul Purba dan saksi Biraba Siahaan SE sempat melihat itu. Demikian pula beberapa orang yang ada dalam warung itu. Karena dikeroyok, saksi korban membela diri lalu membalas memukul maka terjadilah baku pukul diwarung itu disaksikan beberapa orang disitu.

Saksi korban Koster Aprison Hutajulu dikeroyok dan dianiaya. Ramailah orang berdatangan ke warung itu. Saksi Juniapul Purba dan beberapa warga disitu melerai perkelahian di warung yang berada di depan salah satu gereja yang berketepan saat itu sedang ada acara.

Saksi Juniapul Purba menarik tangan korban ke sdpeda motornya lalu melarikan korban ke Puskesmas Huta Bayu Raja yang tak jauh dari situ untuk diobati dan saksi Biraba Siahaan SE menyusul dengan jalan kaki.

Saksi korban mengalami luka pada leher, luka lebam pada mata sebelah kiri sehingga penglihatan terganggu, luka di atas telapak tangan kanan maka dihecting tujuh jahitan, luka terkilir pada jari-jemari tangan sebelah kiri sehingga bengkak dan kepala mengalami pening hingga saksi korban terhalang melakujan aktifitas sehari-hari selama seminggu. Sebagaimana diterangkan dalam Surat Vidum Tg 21/09/20 yang dibuat dan diteken oleh Dr Devi Hardianto dari RSUD Tuan Rondahaim Pamatang Raya.

Ribut dan Panganiyaan Berlanjut di Puskesmas

Sewaktu saksi korban diobati di Puskesmas, terdakwa Benfri Sinaga datang ke Puskesmas membawa rombongan sekira 20 orang diduga untuk melanjutkan penganiayaan kepada saksi korban. Hebohlah suasana di Puskesmas itu.

Terdakwa Benfri Sinaga menyerang korban dan meninju rahang korban dengan tangan kanan lalu saksi Juniapul Purba mencegah tangan terdakwa untuk tidak meninju lagi dan terdakwa bilang,” tidak lae, akan kami selesaikan si Koster ini”.

Dan Hermando Sinaga bersama saksi Eben Ezer Sinaga menarik korban keluar Puskesmas dan mengancam,” akan kuhabisi kau” tetapi korban meronta dan berhasil melepaskan diri .

Lalu saksi Juniapul Purba bersama saksi Biraba Siahaan SE melarikan korban ke gudang sawit milik saksi Juniapul Purba lalu bersama kawan-kawan membawa korban ke Polres Simalungun untuk membuat pengaduan.
Korban mengadukan terdakwa Benfri Sinaga dan Andi Joan Sinaga, tetapi kemudian terdakwa mengadukan korban pula ke Polisi.

Dalam persidangan ada beberapa orang saksi yang mendengar dan melihat terdakwa Benfri yang duluan memaki dan lalu ikut meninju saksi korban.

Saksi ini cukup membuktikan tuntutan Jaksa. Dalam sidang sebelumnya terdakwa Andi Joan Sinaga sudah dituntut hukuman penjara selama 1 tahun sedang berkas dakwaan kepada saksi korban masih menunggu agenda sidang.

Majelis Hakim diketuai oleh ketua PN Simalungun Abdul Hadi Nasution SH MH dengan Hakim Anggota Aries Kata Ginting SH bersama Yudi Dharma SH dengan Panitera M Ramli SH. Terdakwa didampingi oleh beberapa orang kuasa hukum. Sidang ditunda seminggu denga agenda pembelaan terdakwa. (ros/esa)