News

Ancam Warga Pakai Golok Pria Ini Dijemput Polisi

FaseBerita.ID – Emmy Saur Marsauli Sitanggang (56) diancam hendak dibunuh oleh seorang pria berinisial HPS (45) warga Jalan Jenderal M Panggabean, Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Kota, Rabu (6/5) lalu.

Merasa terancam, wanita yang juga tinggal di Jalan Jenderal M Panggabean, Gang Dame tersebut pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

Dalam keterangannya, Emmy mengaku kejadian bermula saat dia sedang duduk di kebunnya dan melihat Tiar Sitanggang dan Anna Rosdiana Sitanggang diancam oleh HPS menggunakan sebuah golok dan sabit. Kemudian, tanpa sebab HPS juga mengancam Emmy.

“Kau lagi, kenapa kau di situ. Emmy menjawab, apa salahku, kuapain kau rupanya,” kata Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, menirukan percakapan pelaku dan Emmy, Senin (11/5).

HPS awalnya melempar Emmy menggunakan batu. Beruntung dia mengelak, sehingga batu tidak mengenai tubuhnya. “Pelaku mengambil batu dan melemparkannya pada Emmy. Diapun mengelak dan batu tidak mengenainya,” ungkapnya.

Setelah itu, pelaku mengancam Emmy menggunakan golok. “Pelaku mengatakan, kuparang kau. Sehingga Emmy meninggalkan tempat tersebut,” terang Sormin.

Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP D Harahap memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan lidik dan pendalaman terhadap kejadian tersebut.

Pelaku kemudian diamankan dari rumahnya pada hari yang sama, sekira pukul 23.00 WIB.

Kepada penyidik, HPS sempat membantah mengancam Emmy menggunakan golok dan sabit.

Menurutnya, dia hanya membentak Emmy dengan bahasa kasar.

“Oi bu…., ngapain kalian sembarangan di situ. Itu bukan tanah kalian. Dan pada kedua tangannya, memegang parang dan sabit. Sementara, jarak antara HPS dengan Emmy hanya 10 meter,” kata Sormin.

Anehnya, menurut pelaku, sebelumnya tidak pernah ada perselisihan dirinya dengan Emmy. “Namun, pelaku tetap mengaku tidak senang melihat korban,” pungkasnya.

Dari catatan kepolisian, HPS pernah dihukum pada tahun 2015 dalam kasus penganiayaan, selama 1 tahun 1 bulan di Lapas Tukka.

Usai diperiksa, HPS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Karena telah melakukan tindak pidana pengancaman sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 ayat (1) KUHPidana, tersangka diancaman hukuman paling lama 1 tahun. (ts)