News

Anak Meninggal, Ayah Kritis: Diduga Tertembak Senjata Rakitan

FaseBerita.ID – MH (46) dibawa ke RSUD Sibuhuan, Rabu (27/5) sekira pukul 10.00 WIB. Warga Desa Sibualbuali Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) ini diduga tertembak senjata rakitan (locot, red) di lokasi kebun, tak jauh dari perkampuang desa itu.

Informasi yang dihimpun, MH merupakan ayah kandung remaja SMH (15), korban dugaan pemukulan sampai meninggal di Galanggang Pasar Sibuhuan pada malam takbiran, Sabtu (23/5) lalu. Kejadian ini cukup mengagetkan warga.

“Baru kemarin malam lagi kami makamkan anaknya, sekarang inilah (yang terjadi),” ungkap Kepala Desa Sibualbuali Ali Soman Hasibuan bersama warga lainnya menjenguk korban di RSUD Sibuhuan.

Tidak diketahui pasti, MH hendak bunuh diri atau kecelakaan (tertembak, red) saat membawa senjata rakitan ini. Menurut warga, MH ditemukan warga tergeletak di jalan (kebun) bersimbah darah, dengan luka di dahi, begitu mendengar suara letusan.

“Nggak tahu apa (motifnya), saya aja dikasih tahu warga. Lalu saya hubungi polisi. Dan senapannya kami amankan,” sebut Ali Soman.

Setibanya di RSUD, MH langsung ditangani medis. Dari pemeriksaan dokter, MH mengalami luka di pelipis kanan, yang harus harus dijahit. Korban juga mengalami penurunan kesadaran.

“Harus dirujuk ke Medan (RS Adam Malik) karena tidak ada dokter bedah saraf, bukan bedah biasa,” kata dr Juwita, dokter yang menangani korban.

Mendapati kejadian ini, pihak kepolisian Polsek Barumun Dan Satreskrim Polres Palas langsung turun ke TKP dan RSUD Sibuhuan.

Menurut laporan yang diterima, kejadian terhadap MH, merupakan percobaan bunuh diri atas nama Makmur Hasan Harahap (46) di kebun sawit Sababolak desa Sibualbuali Kecamatan Ulu Barumun. Dengan cara menembakkan senjata api rakitan/senjata locot ke dahi sebelah kanan dan mengalami luka dan mengeluarkan darah hingga korban kritis.

Dan itu berdasarkan keterangan Kepala desa Sibualbuali Ali Soman Hasibuan saat memberitahukan kejadian ini kepada Babinkamtibmas Briptu Ruli Jaya melalui seluler. Korban MH (Makmur Hasan Harahap, 46) merupakan orangtua korban a/n SMH, korban yang diduga meninggal akibat penganiayaan saat malam takbiran.

“Kades menjelaskan bahwa korban diduga melakukan Percobaan bunuh diri dengan menggunakan senjata api rakitan (senjata locot) miliknya dan menembakkan ke bagian kepalanya/ korban dan mengalami luka tembak dan mengeluarkan pendarahan. Belum diketahui penyebabnya namun anaknya meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020 dan diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan karena diduga dipukul orang pada malam Takbiran,” terang Kapolsek Barumun.

Polisi juga telah mengamankan satu pucuk senjata rakitan (locot) tersebut. Saat ini, Polsek Barumun yang berkolaborasi dengan Satreskrim Polres Palas telah menindak lanjuti kasus tersebut. (tan)

USI