News

Alternatif Menangani Terminal Revitalisasi atau Relokasi

SIANTAR, FaseBerita.ID – Puluhan tahun berjalan, pemanfaatan Terminal Tipe A Horas Jaya yang berada di Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba tak kunjung direalisasikan dengan baik. Menjawab pertanyaan ini, dua opsi perencanaan muncul yaitu revitalisasi dan relokasi.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Pematangsiantar, Oberlin Malau pasca konsultasi dengan Kementerian Perhubungan.

Ia mengakui, konsultasi yang dilaksanakan tanggal 8 Maret 2019 kemarin langsung bertemu dengan Ahmadi selaku Kasubdit Terminal Diretorat Prasarana Jalan Kementerian Perhubungan. DPRD Siantar menyampaikan keluhan soal Terminal Tipey A yang tidak berfungsi secara maksimal sehingga pool transportasi umum semrawut. Padahal terminal sudah ditangani pemerintah pusat, bukan Pemko.

Menghindari mangkraknya terminal tersebut dan juga hingga saat ini Pemko Pematangsiantar belum memiliki terminal yang aktif, DPRD berharap kementerian terkait memberikan perhatian.

“Kita konsultasikan dan mengeluhkan terminal. Ternyata baru 10 hari yang lalu, beliau (Ahmadi) baru melakukan peninjauan setelah kembali dari Samosir saat peresmian Kapal Ihan Batak. Katanya, saat singgah di terminal, dia lebih paham sekarang dan lebih mengusai permasalahan terminal dan akan merivitalisasi terminal sehingga bisa berfungsi sesuai harapan,” ucap Oberlin menceritakan sebagian hasil pertemuan.

Sebagai program awal, Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran di tahun 2019 ini sebesar Rp3 milyar.

“Dana tahun ini disiapkan. Itu untuk dana perbaikan kantor, jalan-jalan terminal. Untuk itu mereka mengharapkan ada investor kerjasama dengan Pemko untuk pengembangan terminal. Contohnya, membuat perumahan dan pasar di sekitar terminal,” jelasnya.

Menurut Oberlin Malau, Kementerian Perhubungan mengakui soal sulitnya angkutan umum dialihkan melalui terminal. Pertama, tidak adanya penumpang untuk diangkut diakibatkan daerah tersebut masih minim dengan aktivitas ramai, seperti pusat bisnis, kantor dan usaha bisnis lainnya.

“Saran kita, dalam merevitalisasi terminal sebaiknya koordinasi dengan Pemko sehingga yang menyangkut sarana dapat terealisasi, seperti pelebaran jalan dan kegiatan lainnya di daerah sana. Ahmadi menyetujuinya tetapi ia menyarankan agar pemko berkoordinasi dengan kepala balai pengelola terminal di provinsi yaitu Putu,” ucapnya.

Alternatif kedua, kata Oberlin Malau, tidak tertutup kemungkinan terminal tersebut dipindahkan tempatnya karena hasil tinjauan, lokasinya kurang strategis.  Untuk itu perlu ada studi kelayakan. Jika relokasi terjadi maka perlu adanya koordinasi sehingga sinergitas memfungsikan terminal baik dan sesuai harapan.

“Kalau pun terjadinya relokasi, kita sarankan agar berdekatan dengan jalan tol dan ringroad sehingga bisa berfungsi dengan baik. Semua bisa saling menunjang. Semua harus berdasarkan kajian dan rencana jangka panjang yang matang, jika tidak semua akan sia-sia” terangnya. (pam/pra)

iklan usi