News

Alhamdulillah, THR Tak Cuma Gaji Pokok

FaseBerita.ID – Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyampaikan, realisasi pembayaran tunjangan hari raya alias THR PNS dan TNI / Polri dilaksanakan akhir Mei.

Ridwan mengaku mendapat informasi soal pembayaran THR dimaksud dari MenPAN RB Syafruddin.

“Menurut Pak MenPAN-RB THR akan dibayarkan pada 24 Mei 2019 dengan besaran sama dengan take home pay (THP) per bulan,” kata Ridwan.

THP ini, lanjutnya, terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan struktural (jika ada), dan tunjangan kinerja (jika ada). “Intinya THR setara dengan yang diterima PNS, TNI/Polri per bulan,” ucapnya.

Sedangkan mengenai pembayaran kenaikan gaji PNS, TNI/Polri sebesar lima persen, menurut Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Mudzakir sudah dibayarkan pada April.

“Sudah diterima seluruh PNS kenaikan gajinya plus rapelannya. Kalau untuk THR kan sudah ada PP-nya jadi tinggal realisasinya saja,” tandasnya.

Jangan Lupa Disisihkan

Tunjangan Hari Raya alias THR sudah banyak diperbincangkan sedangkan Lebaran diperkirakan jatuh awal Juni mendatang. Jatuhnya Lebaran pada tanggal muda alias awal bulan harus diperhatikan, khususnya dalam menjaga kesehatan keuangan.

Perencana Keuangan Financia Consulting Eko Endarto mengatakan Lebaran yang jatuh pada awal bulan jangan menjadi ajang untuk menghabiskan THR. Dia menyarankan agar menyisihkan THR untuk cadangan kebutuhan hingga gaji berikutnya.

“Yang penting juga harus diingat adalah sekarang Lebaran di awal bulan, berati gajian berikutnya masih lama kan, maka siapkan lah uang cadangan,” ungkap Eko.

Menurut Eko, setidaknya setengah biaya pengeluaran bulanan harus disisihkan dari total THR. Hal itu agar kebutuhan hidup sampai akhir bulan bisa terpenuhi dengan baik.

“Siapkanlah setengah biaya pengeluaran bulanan buat uang cadangan. Hal itu dilakukan agar kita masih bisa hidup sampai ke gajian berikutnya,” kata Eko.

Selain menyisihkan untuk biaya bulanan, Eko juga menyarankan menyisihkan THR untuk membayar utang. Setidaknya, 10-30 persen THR digunakan untuk membayar utang.

“Kalau bisa pertama THR itu bisa digunakan untuk dana mengurai utang. Sekitar 10-30 persenlah dari THR-nya, sisanya buat kebutuhan Lebaran, kan jumlahnya lumayan,” ungkap Eko. (jpnn/dc/int)