News

Aksi Protes Presiden Prancis di Asahan dan Tanjungbalai

FaseBerita.ID – Aksi demonstrasi memprotes Presiden Prancis Emmanuel Macron digelar aliansi ormas Islam di Kabupaten Asahan, Minggu (8/11). Massa yang berjumlah ratusan orang tersebut, sebelum masuk waktu shalat Zuhur telah berkumpul di pelataran Masjid Agung Jalan Imam Bonjol Kisaran.

Usai shalat berjamaah, massa semakin ramai. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka longmarch menuju Tugu Kisaran di perempatan Jalan Pahlawan dan Jalan Cokroaminoto dengan kawalan aparat kepolisian.

Beberapa elemen aliansi umat Islam hadir di antaranya, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Laskar Merah Putih, Muda Mudi Islam Asahan, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan.
Orator mengatakan, pernyataan Macron merupakan cermin kepanikan Prancis atas masifnya dakwah Islam di penjuru dunia. Karena itulah, agama Islam dideskreditkan.

“Pernyataan Macron merupakan bentuk kepanikan,” tegas orator dari atas mobil pengeras suara.

Ustad Edi Sucipno, yang juga Sekretaris MUI Asahan turut menyampaikan orasi. Ia mengajak dan menyerukan kepada umat Islam agar memboikot produk-produk dari Prancis. Dikatakannya, MUI pusat telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait hal itu dan mendesak pemerintah memberikan peringatan tegas kepada pemerintah Prancis.

“Dalam aksi ini, kami menyerukan kepada umat Islam khususnya di Kabupaten Asahan dan seluruh dunia untuk memboikot segala bentuk produk dari Prancis agar mereka lumpuh secara ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, sejatinya umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh dan ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Namun demikian jika terdapat pihak yang enggan mengembangkan sikap bertoleransi dan saling menghormati sebagaimana yang dilakukan Macron, maka umat Islam terutama di Indonesia mempunyai hak mempertahankan harga diri dan kehormatan agamanya.

Jalannya aksi berlangsung tertib dan lancar. Usai satu per satu perwakilan aliansi menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikapnya, acara ditutup dengan doa dan membakar foto Presiden Prancis.

Sebelumnya, Jumat (6/11) sejumlah ormas Islam di Kota Tanjungbalai yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kota Tanjungbalai menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD, Jalan Jenderal Sudirman.

Sebelum berunjuk rasa, massa menunaikan shalat Jumat di Masjid Raya Kota Tanjungbalai.

Selanjutnya massa jalan kaki sekitar 3,5 kilometer sembari melakukan orasi di sepanjang jalan dengan bergantian.

Tak hanya orasi, ratusan massa mengajak masyarakat memboikot produk Prancis.

Di depan gedung DPRD, massa menyampaikan aspirasi dengan pengawalan aparat Polres Tanjungbalai. Massa juga membakar sejumlah produk Prancis.

Indra BMT selaku K0ordinator Aliansi Umat Islam (AUI) Kota Tanjungbalai sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Tanjungbalai dalam orasinya meminta kepada Presiden Indonesia untuk memutus hubungan diplomasi dengan negara Prancis.

Indra juga meminta kepada umat Islam seluruh Indonesia khususnya di Kota Tanjungbalai untuk memboikot produk-produk Prancis.

Unjuk rasa juga dihadiri dan mendapat sambutan dari Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Surya Darma didampingi Surya Bakti serta Budi Panjaitan. (per/CK-04)

iklan usi