News

Aksi 22 Mei di Asahan Aman; Jangan Mudah Terprovokasi

KISARAN, FaseBerita.ID – Aksi damai 22 Mei yang dilakukan mahasiswa di wilayah Kabupaten Asahan berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Dalam penyampaian orasinya, mereka meminta penyelesaian kasus yang terjadi sepanjang pemilu secara konstitusional dan beradab.

Amatan wartawan, massa yang terdiri dari berbagai elemen di antaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIHMA, STMIK Royal serta Universitas Asahan. Mereka mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIB dan berkumpul di tugu juang Jalan Imam Bonjol, Rabu (22/5).

Dalam orasinya, Ketua PC IMM Asahan Zahir Gufron Siregar menyampaikan dan meminta kepada pemerintah agar menyelesaikan sengketa pemilu secara jujur, adil konstitusional dan beradab.

Menurutnya, saat ini banyak sekali sengketa Pemilu yang tidak jelas penyelesaiannya membuat kondisi masyarakat memanas.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan situasi politik yang sedang memanas,” ujarnya.

Beberapa menit setelah menyampaikan aspirasi di tugu juang, kelompok mahasiswa lainnya dari BEM UNA dan STMIK Royal juga berdatangan. Di sana mereka secara bergantian menyampaikan orasinya satu per satu. Pimpinan mahasiswa ini naik ke atas panggung menyuarakan aspirasi mereka.

Sekitar dua puluh menit berada di tugu juang, massa kemudian berkonvoi menuju kantor DPRD Asahan, dengan menggunakan sepedamotor dan masih mendapatkan pengwasan serta pengawalan dari aparat kepolisian.

Di kantor DPRD Asahan beberapa pimpinan aktivis mahasiswa seperti Presiden Mahasiswa UNA Muhammad Nur, Ketua BEM STIHMA Nurul Huda, Ketua IPM Faisal Sirait kembali menyuarakan pendapat mereka seputar perhelatan pesta demokrasi yang baru saja digelar dan cukup menguras energi bangsa ini.

Sekitar 30 menit berorasi, dua anggota DPRD Asahan yakni Rosmansyah dan Henri Siregar menemui para mahasiswa di halaman kantor wakil rakyat, didampingi Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu. Mereka mendengarkan sejenak permintaan mahasiswa untuk segera diteruskan kepada pimpinan lembaga di atasnya.

Rosmansyah mengajak mahasiswa dan sepakat untuk tetap menjaga situasi kondusif ditengah kondisi yang hari ini terjadi. Sebab, Pemilu telah diatur menurut undang undang nomor 7 tahun 2017.

“Oleh karena itu, mari sama-sama kita ikuti proses demokrasi sesuai dengan konstitusinya. Terkait desakan atas apa yang terjadi hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan dan terus ditembuskan kepada lembaga lebih tinggi di atas kami,” ujarnya.

Usai menggelar aksi di kantor DPRD Asahan, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib menuju kampus masing-masing. (Per)