News

Aipda Indra Saragih Dituntut 7 Tahun Penjara

FaseBerita.ID – Aipda Indra Saragih dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Siantar selama 7 tahun penjara dalam persidangan diadakan di Pengadilan Negeri Siantar, Senin (14/12).

Sementara dua rekannya, Halomoan Situmorang dan Dicky Atmaja dituntut selama 8 tahun penjara. Selain itu, ketiga terdakwa di denda sebesar Rp 2 Miliar. Apabila denda tidak dibayar ketiga terdakwa harus menjalani hukuman selama 6 bulan penjara, sebagaimana diatur dalam dakwaan alternatif kedua sesuai pasal 112 ayat 2.

Sedangkan Alfian dituntut 5 tahun penjara subsider 6 bulan penjara denda Rp 800 juta sebagai diatur dan diancam pidana sesuai pasal 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Jaksa penuntut umum (JPU) Christianto Situmorang dalam tuntutannya menyatakan bahwa keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum sesuai pasal 112 ayat 1 dan 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Kemudian, usai tuntutan itu Aipda Indra Saragih meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim lantaran masih mempunyai dua anak dan merawat orang tua yang sudah lansia, diaminkan ketiga terdakwa lainnya.
Selain itu Indra juga meminta maaf kepada institusi kepolisian karena telah membuat malu keluarga besar Kepolisan.

“Saya minta maaf kepada institusi kepolisian karena telah mencoreng nama baik Kepolisan,” kata Indra didampingi penasehat hukum (Posbakum) Jonggi Gultom SH.

Lalu, majelis hakim ketua Vivi Siregar bersama dua hakim anggota Simon Sitorus dan Reni Pitua Ambarita menutup sidang dan akan dilanjutkan pada minggu depan.

“Sidang akan digelar kembali pada Senin, 21 Desember 2020 mendatang,” ujar Vivi.

Terdakwa Indra Saragih, Halomoan Situmorang, Dicky Atmaja dan Alfian diamankan BNN Siantar dari Jalan Medan KM 4,5, Kelurahan Sumber Jaya, Siantar Martoba, Senin (18/5/2020) siang, sekira pukul 13.30 WIB.

Dari para terdakwa barang bukti ditemukan berupa 3 paket kecil narkotika jenis sabu dari pintu mobil sebelah kanan, 2 paket kecil dari kursi depan sebelah kanan, 10 butir pil narkotika jenis ekstasi yang dibungkus dengan tisu dari dashboard, 1 kotak obat acyclovir yang berisi 1 paket sedang narkotika dan 27 plastik klip kecil dari dekat rem tangan, dan 1 unit timbangan digital dari kursi tengah.

Selain itu, uang tunai sebesar Rp 1 juta dari dalam kotak P3K di dalam dashboard mobil, uang tunai sebesar Rp 3 juta dari dalam amplop putih yang terdapat dalam kotak P3K, uang tunai sebesar Rp2.619 ribu dari dompet warna hitam di kantong celana.

1 unit handphone merek Xiaomiwarna silver dan 1 unit handphone merek OPPO warna merah, sedangkan dari Alfian diketemukan barang bukti berupa 1 paket narkotika jenis sabu dari kantong celana sebelah kanan serta 1 unit handphone warna rose gold. (ros/esa)