News

AHY Sebut Ada Upaya Kudeta, Politisi Senior PD Tuding Pengangkatan AHY Cacat Hukum

FaseBerita.ID – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) menyebut ada upaya kudeta Partai Demokrat. Namun, seorang politisi senior Partai Demokrat malah menuding pengangkatan AHY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat cacat hukum.

AHY pertama kali menyatakan ada upaya kudeta dari dalam PD pada Senin (1/2/2021). Ia mengaku mendengar kabar itu dari berbagai pimpinan dan kader Demokrat.

AHY mengklaim, kelompok yang ingin mengambil alih paksa kepemimpinan Partai Demokrat darinya terdiri dari kader aktif Demokrat, mantan kader dan politisi di luar Partai Demokrat.

Baca juga:

Partai Demokrat: “Bapak Presiden Sudah Membaca Surat dari Kami”

“Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang; terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu,” kata Agus

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD, Herzaky Mahendra Putra lalu menyebut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai dalang kudeta itu.

Namun, Mantan Ketua Pengurus Pendiri Partai Demokrat Ahmad Yahya malah menuding balik AHY. Menurut Ahmad, kongres Demokrat pada Maret 2020 yang mengangkat AHY tidak berdasarkan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART).

Baca juga:

Menkopolhukam Mahfud MD Tanggapi Isu Pengambilalihan Kepemimpinan Demokrat

“Kongres kemarin itu tidak berdasarkan keputusan AD/ART Partai Demokrat, terkesan dipaksakan, ini pemilihan cacat hukum,” kata Ahmad dalam konferensi pers, Selasa (2/2/2021).

Ahmad menyebut, kongres saat itu juga tidak memiliki agenda pelaporan dan pertanggujawaban anggaran dan program partai. Padahal, semua prosedur itu harus terpenuhi sebelum mengangkat Ketum baru.

Ia mengklaim, para kader dan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kecewa pada AHY.

Baca juga:

Begini Kata Moeldoko Soal Isu Pengambilalihan Paksa Kepemimpinan Partai Demokrat

Meski begitu, Ahmad mengaku ia tetap ingin Demokrat berjaya kembali, seperti pada periode 2004-2009 di mana SBY berhasil menjadi Presiden Indonesia.

Ahmad lalu membantah pula tuduhan soal keberadaan pihak dari Istana turut terlibat mengkudeta AHY.

“Kami sebagai mantan pengurus dan senior Demokrat menyimak dan mengkaji keluhan AHY, apa yang dia sampaikan kemarin itu tidak benar,” tegas Ahmad. (kompas)