News

Ahli Waris Korban Tewas Gas Beracun Terima Santunan Rp175 Juta dari PT SMGP

FaseBerita.ID – Ahli waris korban yang meninggal dunia akibat keracunan gas pada proyek yang dikelola oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menerima santunan sebesar Rp175 juta dari pihak perusahaan. Penyerahan santunan berlangsung di Aula Kantor Bupati Pemkab Madina, Jumat (5/1) sore.

Hadir Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Sekda Madina Gozali Pulungan dan sejumlah pimpinan OPD lainnya, seterusnya hadir Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, Kajari Madina, Taufik Djalal, Kapolres Madina diwakili Wakapolres Madina, Kompol Agus Maryana.

Hadir juga dari pihak perusahaan Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto dan lima ahli waris korban warga desa Sibanggor Julu.

Baca juga:

Manajemen PT SMGP Prihatin dan Menyesal

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dalam sambutannya mengatakan agar peristiwa ini jangan sampai terulang lagi.

“Saya berharap semoga peristiwa ini adalah yang pertama dan yang terakhir, dan terkait acara pemberian tali asih ini kita bukan mau menukar atau mengadakan pembelian nyawa. Jadikanlah musibah ini pelajaran yang sangat berharga untuk tidak terulang di kemudian hari,” kata Dahlan.

Dahlan menuturkan bahwa seluruh korban merupakan keluarga dia. Maka dari itu, meminta kepada perusahaan ke depan agar selalu berhati-hati dalam beroperasi dan memperhatikan warga yang ada di sekitar lokasi perusahaan.

Kadis Pertanahan Akhmad Faisal dan Kadispora Rahmad kemudian membacakan pernyataan kesepakatan bersama antara PT SMGP dengan 5 keluarga korban yang meninggal akibat keracunan H2S.

Baca juga:

Operasional Wellpad PT SGMP Timbulkan Suara Bising.. Warga: Harus Minggat, Biar Tenang!

Berikut, isi pernyataan kesepakatan bersama itu:
1. Perusahaan bersedia memberikan Tali Asih kepada ahli waris korban meninggal dunia sebanyak 5 orang yang dibayarkan pada hari ini juga dengan besar masing-masing 175 juta Rupiah.
2. Perusahaan bersedia memberikan BPJS Kesehatan kepada ahli waris atau keluarga korban dengan rentang waktu yang telah disepakati bersama. Dan perusahaan bersedia membantu pendidikan bagi anak ahli waris sampai tingkat pendidikan sarjana (S1) sesuai dengan mekanisme dari perusahaan.
3. Perusahaan bersedia mempekerjakan anak ahli waris yang sudah tidak sekolah di perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur perusahaan selama perusahaan bersedia dan di pekerjakan di perusahaan sesuai dengan kemampuan atau keahlian dan skill orang tua korban apabila orang tua korban menginginkan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur perusahaan.
4. Perusahaan bersedia memberikan bantuan acara kenduri atau sedekah bagi anak korban dengan teman sekolah SMP sebesar 10 juta rupiah atas nama almarhumah Suhari Ismail.

Sementara, untuk puluhan warga Desa Sibanggor julu yang keracunan dan sempat dirawat di RSU Panyabungan serta RS Permata Madina, berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini belum ada ditemukan kesepakatan bersama dengan perusahaan. Dan saat ini prosesnya sedang berjalan. (Mag-01/fabe)

USI