News

Adik Ipar Tewas Ditangan Tetangga

FaseBerita.ID – Abdi Rangkuti (55) panik. Ia tak bisa berbuat banyak di depan tubuh kritis anaknya, Mirwan (18) pada Jumat (22/3) sekira pukul 03.00 WIB, di salah satu sudut ruangan IGD Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan.

Mirwan mengalami luka robek pada bahu kiri memanjang sampai di atas dada, oleh DR (30) pelaku yang sama yang telah lebih dahulu membunuh abang iparnya, Nasron (40) dengan alat yang sama.

Dokter di rumah sakit itu tak dapat berbuat banyak. Mereka mengajukan agar korban segera dilarikan ke Rumah Sakit dengan kelas lebih tinggi, di wilayah Sumatera Barat. Namun apa daya, keluarga petani itu tak dapat berbuat banyak. “Di sini saja, tidak ada biaya kami mau ke Padang. Ini pun cuma saya sendiri yang menjaganya,” cerita Abdi, ayah korban yang malam itu berbincang dengan seorang anggota polisi.

Abdi panik. Sementara ia berharap ada keringanan biaya, untuk ambulans. Akan tetapi tak ada yang meringankan, sekadar informasi tatacara pembayaran administrasinya. Sang istri Mauna dan putrinya yang merupakan istri dari korban pertama, Rosmiati telah menuju Kantor Polsek Panyabungan untuk pemeriksaan saksi. “Cuma saya sendiri di sini. Tak ada yang menjaga dia nanti,” timpal Abdi, dengan pakaian yang nyaris dipenuhi darah yang telah mengering.

Terakhir, informasi yang diperoleh wartawan koran ini pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Damos Aritonang. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di Desa Hutatua Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. “Kita hanya identifikasi dan take up (penangkapan/pengejaran) pelaku. Kalau untuk lebih lengkapnya ke Polsek,” terangnya, Minggu (24/3).

Selanjutnya Kapolsek Panyabungan Kota, AKP Andi memastikan sementara motif pembunuhan itu, dilatarbelakangi sakit hati. “Pelaku mau istirahat, korban lagi cerita di dalam rumahnya, kemungkinan suaranya agak tinggi atau ribut. Rumah korban dengan pelaku bersebelahan,” timpal Kapolsek Panyabungan itu dari saluran pesan.

Sebelumnya, Nasron (40), seorang warga di Desa Hutatua Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kamis (21/3) petang, tewas dengan luka bacok di dada dan punggung oleh tetangganya sendiri. Tak hanya itu, pelaku DR itu juga menyabet dada Mirwan (18), adik ipar korban.

Belum dapat dipastikan apa persoalan yang mendasari pembantaian itu. Namun, informasi yang dihimpun Metro Tabagsel, diduga pelaku sudah mempersiapkan rencananya itu. Dengan menggunakan parang yang biasa dipakai untuk memanen nira, yang telah diasah lebih dahulu.

Menurut mertua korban, Abdi (55), sebelum kejadian ia dan anaknya baru pulang dari kawasan ladang perkebunan mereka di desa itu. Namun, anaknya Mirwan memilih untuk beristirahat sementara di rumah Rosmiati dan Nasron yang merupakan kakak dan abang iparnya.

Tak lama kemudian, percekcokan terjadi dan pelaku melakukan pembacokan terhadap Nasron. Punggungnya robek, dan pelaku tak henti kembali mengayunkan pada dada korban, hingga isinya terburai.

Mirwan yang melihat itu berupaya menolong dan melerai aksi pelaku, malangnya ia pun disabet pelaku pada dada sebelah kanan. Hingga kritis. “Samaku tinggal cerita. Kakaknya (Rosmiati) datang ke rumah menangis-nangis,” cerita Abdi.

Saat itu katanya, pelaku sudah tak berada di lokasi. Akhirnya, Abdi dan istrinya, Mauna, serta anaknya Rosmiati berupaya menolong korban, melarikannya ke Puskesmas Gunung Baringin di kecamatan yang sama. Namun, satu korban tak lagi dapat diselamatkan. Dengan cucuran darah yang menyisakan jejak di sepanjang perjalanan mereka.

“Dia (Pelaku) sudah lari,” cerita Rosmiati yang terisak di sudut kamar jenazah RSUD Panyabungan, Jumat (22/3) dini hari. Menggendong anaknya yang masih balita dan memegang tangan anaknya seorang lagi yang berusia 8 tahun.

Hingga berita ini ditulis, polisi sementara masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi terutama keluarga korban.

Menurut Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji SIK, telah melakukan pengejaran dengan mengantongi identitas pelaku. Dan saat ini, motif pembacokan ini katanya masih proses pemeriksaan. “Betul tadi malam. Pelaku melarikan diri. Motif masih didalami. Identitas sudah dikantongi. Lebih jelas ke Kasat reskrim,” ungkapnya lewat pesan singkat. (san)

USI