News

Ada Kapal Nyandar Berbulan-bulan di Pelabuhan Sambas

LSM LPPAS-RI Pertanyakan Alasan PT. Pelindo Beri Izin

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Ketua LSM LPPAS-RI Koordinator Wilayah Pantai Barat Sumatera Utara, Ribu Simatupang pertanyakan keberadaan satu unit kapal yang tambat atau sandar di Dermaga Pelabuhan Sambas/Pelindo Sibolga.

Pasalnya kata Ribu, kapal tersebut sudah berbulan-bulan tidak beroperasi. Menurut informasi yang dia peroleh, kapal tersebut sedang mengalami kerusakan.

Mengacu SK Mentri Perhubungan RI, NO. KM 25 / 2002 dan KM 35/2007, pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan, dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang sudah dilengkapi.

“Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke Pelabuhan Sambas, kemudian saya permisi untuk masuk ke dalam pelabuhan, ternyata tidak diperbolehkan. Sebab tujuan saya masuk ke dalam ingin mencari tahu tentang keberadaan kapal yang rusak di situ. Karena saya menduga kapal itu seharusnya tidak boleh ditambatkan di pelabuhan, karena ini sudah melanggar aturan,” kata Ribu, Senin, (3/5).

Ditambahkannya, pelabuhan yang dibangun pemerintah seharusnya sebagai tempat pengangkutan barang dagangan melalui laut, antar pulau, atau pelabuhan.

Sementara, kapal-kapal di sekitarnya sebagai sarana pelayaran, mempunyai peran penting dalam sistem angkutan laut.

“Jadi Pelabuhan itu bukan tempat bersandar kapal rusak. Seharusnya tempat kapal rusak itu di docking kapal, yang fungsinya membersihkan badan kapal di bawah garis air. Kemudian memeriksa kerusakan, serta mengecat badan kapal di bawah garis air,” jelas Ribu.

Sebagai Ketua LSM, Ribu mengaku akan mempertanyakan hal tersebut kepada pihak PT. Pelindo Sibolga, untuk mencari tahu alasan kapal tersebut dibiarkan sandar hingga berbulan-bulan lamanya.

“Dalam waktu dekat kita akan tanyakan, apa dasarnya Pelindo membiarkan kapal itu nyandar berbulan-bulan dan apakah ada aturan yang memperbolehkan, kapal rusak bisa di tambatkan di pelabuhan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak PT. Pelindo Sibolga terkait kapal tersebut.

Begitu juga dengan pihak KSOP belum juga bisa memberikan keterangan maupun penjelasan terkait kapal yang rusak tersebut.

Menurut pegawai yang ditemui di kantor KSOP Sibolga, petugas yang membidangi sedang tidak berada di tempat.

“Maaf Pak, yang tau penjelasan mengenai itu, hanya bagian PH,” ucap pegawai KSOP tersebut menjawab wartawan. (hp/fabe)

USI