News

Abang Beradik Alami Hidrosefalus Sejak Dalam Kandungan

Saat ini, ia hanya pasrah pada arahan dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik, tempat anaknya dirawat saat ini.

“Perasaan saya sangat sedih. Bingung Karena penyakit anaknya sangat berat. Sudah membawa anak saya ke sejumlah rumah skait, namun belum ada solusi untuk kesembuhan. Kepalanya sudah terlalu besar jadi untuk diambil tindakan. Sangat berisiko, jadi kita tergantung arahan dokter saja saat ini,” bebernya.

Selama masa pengobatan anaknya, sejumlah pihak pun telah memberikan bantuan. Mulai dari bansos dan komunitas. Firman yang saat ini bekerja sebagai sopir, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih kepada para dermawan yang telah membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Nurafni mengaku, tidak pernah merasakan hal aneh saat hamil kedua anaknya itu. Saat ini, ia hanya berharap kesembuhan untuk kedua anaknya. “Saya ingin anak saya sembuh dari penyakitnya yang saya sendiri tidak tau penyebabnya,” ujarnya dengan raut wajah sangat sedih.

Moris, Perawat Pelaksana dimana Hilmi dirawat mengatakan Hilmi Masuk ke RSUP H Adam Malik pada 3 April 2019. Di hari yang sama, ia masuk ke ruangan bedah saraf sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Dikatakannya, saat didiagnosis Hilmi mengalami hidrocepalus atau cairan dalam otak.

“Sudah kami jelaskan kepada keluarga bahwa tidak akan ada tindakan operasi. Hanya lebih cenderung ke perbaikan gizi. Dokternya sudah datang dan sudah diterapi,” paparnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya