News

Abang Becak di Madina kembali datangi Kantor DPRD

Mengapa Sampai Sekarang Belum Ada Bantuan ke Kami?

FaseBerita.ID – Puluhan abang becak betor (becak motor) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali mendatang kantor DPRD, Kamis (16/4) sekitar pukul 15:00 WIB.

Salah seorang abang becak, Muhammad Rahim (42) didampingi rekan-rekannya mengatakan kedatangan mereka ini guna untuk menanyakan mengapa bantuan yang mereka keluhkan sebelumnya sampai sekarang belum juga datang.

“Kami ke sini untuk menanyakan lagi, mengapa sampai sekarang ini kok belum ada bantuan itu datang ke kami,” katanya.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu puluhan abang becak ini sudah melakukan aksi yang sama seperti ini. Saat itu, wakil Ketua DPRD dari partai Golkar Erwin Nasution dan Harminsyah dari Demokrat yang menanggapi dan menyarankan agar para abang becak segera melaporkan ke masing-masing pihak Kepala Desa atau Lurah.

Sebab, menurut keterangan mereka saat itu bahwa pemerintah daerah kalau mau menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat terlebih dulu berkoordinasi dengan masing-masing Lurah dan Kepala Desa.

Erwin juga menerangkan kalau bantuan sembako yang berasal dari pemerintah daerah disalurkan secara bertahap ke masyarakat. Ia juga mengklaim bahwa pemerintah daerah saat ini sedang menunggu data-data yang dikumpulkan oleh Lurah dan Kepala Desa.

PKetua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis didampingi anggota DPRD dari Fraksi PKS Awaluddin Nasution dan Sekwan, Afrizal Nasution menanggapi puluhan abang becak.

Mereka menyampaikan kepada puluhan abang becak bahwa ada kriteria masyarakat yang bisa menerima bantuan akibat dampak dari Covid-19 ini.

“Selaku anggota DPRD yang notabene perwakilan masyarakat sudah selayaknya kami harus mendengarkan aspirasi masyarakat. Hanya saja, ada aturan yang harus kita ikuti untuk memperjuangkan aspirasi saudara-saudara kita ini,” ujar Erwin.

Erwin menyebut bahwa untuk penerima bantuan sembako dari pemerintah daerah akibat dampak Covid-19 adalah masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima kategori PKH dan BLT. Sebab, bantuan yang dibagikan harus secara merata diberikan kepada masyarakat. Dan kategori BLT dan PKH sudah diberikan bantuan.

“Silahkan saudara-saudara kumpulkan data dengan menyebutkan nama dan alamat sesuai yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah itu tolong berikan kepada kami dan nanti apabila ada nama-nama dari saudara yang terdaftar sebagai penerima PKH atau BLT, maka dengan amat sangat disayangkan harus kami keluarkan dari data yang saudara kumpulkan tersebut,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Madina ini.

Setelah mendengarkan tanggapan dari Ketua DPRD Madina, puluhan abang becak ini pun langsung membubarkan diri dengan tertib dan kondusif. (Mag-01)

USI