News

Abaikan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, Pangulu Perlanaan Pecat 6 Kadus

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Pangulu Perlanaan Tri Jaka memecat 6 kepala dusun di nagorinya secara serentak serta menggantinya dengan yang baru. Putusan yang mengabaikan Permendagri Nomor 67 tahun 2017 tentang Perubahan Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa ditandatangani 2 Maret 2020.

Gamot Huta I Bambang Adi Sucipto, Gamot Huta II Sukamto, Gamot Huta III Mariman Marpaung, Gamot Huta IV Sujarman, Gamot Huta V Bambang Supiandi dan Gamot Huta VI Surianto Mahesa diberhentikan, walau mereka masih memenuhi syarat sebagai gamot sesuai dengan Permendagri Nomor 67 tahun 2017.

“Pelantikannya dilakukan akhir April kemarin, saat kami semua sedang bertugas melakukan penjagaan di Pos Jaga penanganan Covid-19. SK pemberhentian diberikan 27 April,
saat semua tetap bertugas seperti biasa,” kata Sujarman, mewakili rekannya, Jumat (1/5/2020) melalui sambungan telepon.

Sujarman berharap, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM memberikan keadilan kepada Gamot di Nagori Perlanaan yang mendapat perlakuan ‘khusus’ dari pangulu nagori.
“Hanya kami di Indonesia ini yang dipecat setelah pangulu berganti. Di daerah lain tidak terjadi karena mereka sudah merujuk pada aturan Permendagri nomor 67 tahun 2017 tersebut,” kata Sujarman.

Menurut Sujarman, pihaknya sudah berkonsultasi dengan sesama perangkat desa di Simalungun dan bahkan beberapa pangulu senior, bahwa perangkat desa hanya dapat diberhentikan jika meninggal, sudah berumur 60 tahun, mengundurkan diri, melakukan tindak pidana dan melakukan kesalahan yang dibuktikan dengan surat peringatan dari pangulu.

“Kami semua masih memenuhi syarat menjadi perangkat dan siap untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai kepala dusun. Tetapi pandangan pangulu nagori berbeda,” katanya.

Sujarman mengaku sudah menyurati Bupati Simalungun, Kepala BPMN, dan Ketua DPRD Simalungun mengadukan persoalan tersebut. Terkait langkah selanjutny(esa)

USI