News

8 Universitas Indonesia dan Eropa Berkolaborasi Atasi Limbah Makanan

FaseBerita.ID – Dalam mengatasi persoalan manajemen limbah makanan, 8 perguruan tinggi dari Indonesia dan Eropa melakukan kolaborasi. Adapun, kolaborasi dilakukan dengan pembentukan konsorsium untuk memikirkan dan menjawab tantangan sosial tersebut.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong menyambut baik kerja sama sejumlah universitas di dalam dan luar negeri untuk persoalan limbah sampah.

“Target nasional kita di 2025, kita ingin mengurangi sekitar 30 persen dari penggunaan sampah. Kita juga punya target untuk mengatur sampah 70 persen di 2025,” terang dia dalam webinar Resolving Societal Challenge: Interdisciplinary Approach Towards Fostering Collaborative in Food Waste Management, Senin (15/2) sore.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kolaborasi mengatasi masalah limbah meliputi Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Katolik Parahyangan, Ghent University, Tempere University, Binus University, Universitas Prasetya Mulia, Universitas Ma Chung dan Hotelschool The Hague.

Ilmuwan dan akademisi yang tergabung ini diharapkan dapat menciptakan sebuah terobosan yang inovatif dalam mentata limbah makanan di lingkungan dengan pendekatan secara intensif antar pihak bersangkutan.

Adapun, projek ini disponsori oleh European Union melalui program internasional Erasmus+ CBHE. Peluncuran program ini juga telah dilakukan dengan mempertemukan para tokoh, seperti The Ambassador of European Union to Indonesia and Brunei Darulsalam Vincent Piket, Rektor Universitas Katolik Parahyangan Mangadar Situmorang dan Vice-Rector Ghent University, Mieke Van Herreweghe.

Event ini akan menandai kolaborasi 8 universitas di Eropa dan Indonesia, tidak hanya untuk pengembangan dan penyaluran ilmu oleh Universitas Eropa, tetapi juga bersama-sama untuk menjadi wadah untuk pelaksanaan dan eksplorasi ilmu tersebut dalam lingkup lingkungan, khususnya isu food waste dan kekurangan pangan masih menjadi permasalahan dunia.

Project ini akan dilaksanakan dalam 3 tahun, dan akan terbagi dalam kegiatan studi local di Indonesia mengenai manajemen food waste. Puncaknya adalah integrasi pengetahuan food waste management dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui partisipasi lokal 5 universitas di Jakarta, Bandung dan Malang, projek ini diharapkan akan menjangkau dan menyebar di seluruh pulau Jawa.

Adapun, dalam peluncuran juga terdapat pembicara dari para ahli. Mulai dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dengan pembahasan ‘Fighting Food Waste in Indonesia: Facts and Challenges’, lalu Jelle Soldien dari Ghent University dengan membahas ‘Empowering People in order to Tackle Sustainability Problems’.

Selain itu, juga ada Elina Narvanen dari Tempere University dengan ‘Managing the Wicked Problem of Food Waste’. Terakhir adalah Annne De Visser-Amundson dari Hotelschool The Hague dengan membahas ‘Integrated and Interdisciplinary Education to Fight Societal Challenges such as Food Waste’. (jp/fabe)