News

Inspektorat Palas Dinilai Tidak Transparan, Soal Dugaan Korupsi Dana Desa Sibualbuali

PALAS, FaseBerita.ID– Dugaan penyelewengan anggaran dana desa Sibualbuali Kecamatan Ulu Barumun hingga kini masih dalam proses pemeriksaan inspektorat. Sejak dilaporkan 9 April lalu ke Kejaksaan Negeri Sibuhuan, lalu dilimpahkan ke inspektorat, belum menemui titik terang.

Ali dan Tiopan mewakili warga pelapor dugaan tindakan penyelewengan oleh kepala desa tersebut, mengaku inspektorat tidak transparan. Bahkan berlarut-larut.

Menurut pelapor, pemeriksaan fisik oleh inspektorat dan kejaksaan, Rabu (2/6) ke desa sibualuali tidak ada melibatkan pelapor. Dan juga pemeriksaan yang cukup memakan waktu, menimbulkan asumsi bahwa inspektorat tidak transparan.

Seolah ada yang ditutup-tutupi. Padahal, saat sejumlah warga pelapor mendatangi tim inspektorat dan kejaksaan itu, pihak kejaksaan mempersilahkan pelapor untuk ikut serta dalam pemeriksaan fisik tersebut.

“Anehnya kenapa inspektorat tidak ada mengajak kita (pelapor), padahal saat kita datangi di lapangan, pihak kejaksaan tidak mempersoalkan,” jelas Ali yang mengikuti tim pemeriksa itu.

Sejauh ini, proses pemeriksaan dugaan korupsi itu masih terus didalami. Terkait tidak melibatkan pihak pelapor, kata inspektorat, ini merupakan kode etik.

“Memang kode etik itu, tidak ada boleh intervensi waktu pemeriksaan, serta seluruh rangkaian pemeriksaan bersifat rahasia,” ujar Helmi Harahap, irban (inspektur pembantu) III yang menangani laporan warga ini.

Menurutnya, sudah ada berkisar 15 saksi yang diperiksa. Namun hasilnya, belum mendapati temuan atau kejanggalan sesuai yang dilaporkan warga. Hanya sebatas kesalahan administrasi.

“Belum ada (temuan). Kalau kita lihat hanya kesalahan administrasi. Contohnya data SID tidak sesuai dengan RAPBDes. Dan ini masih proses,” sebut Helmi.(tan/fabe)