News

5 WRS Terjaring, Satu Reaktif Idap HIV/AIDS

TAPTENG, FaseBerita.ID – Satpol PP Tapteng menggelar razia pekat di Jalan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Hasilnya, lima Wanita Rawan Sosial (WRS) terjaring dan seorang di antaranya dinyatakan reaktif idap HIV/AIDS.

Adapun razia yang digelar Satpol PP Tapteng itu, dinyatakan menindaklanjuti intruksi Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk menertibkan segala bentuk tempat usaha yang diduga tempat maksiat.

Kepala Satpol PP Tapteng Jontriman Sitinjak melalui Kabid Satpol PP Panuturi Simatupang menyebutkan, pada Selasa (20/8) sekira pukul 23.45 WIB Satpol PP Tapteng berhasil mengamankan 5 wanita dan dua balita. Kedua balita tersebut sengaja dibawa orangtuanya sambil bekerja. “Mereka diamankan dari dua kedai tuak yang berada di Jalan Baru Kecamatan Pandan,” ujar Panuturi.

Setelah berhasil mengamankan kelima WRS itu, pihak Dinas Kesehatan Tapteng melakukan pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti.

Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tapteng Fadriani Marbun mengatakan, berdasarkan laporan Satpol PP Tapteng, dari lima orang yang periksa, diperoleh hasil 4 wanita dinyatakan non reaktif dan seorang dinyatakan reaktif.

Fadriani juga mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan konfirmasi dan klarifikasi ulang untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan lebih lengkap di RSUD Pandan, hasilnya masih tetap sama yaitu reaktif. “Di sini kita belum bisa mengatakan itu positif karena bentuk penegasan bisa dilakukan oleh dokter. Mungkin setelah ini, kita akan buat permohonan ke Dinas Sosial Tapteng agar pasien tadi tidak dibawa ke Parluasan. Kami yang tangani dan kami bawa untuk pengobatan selanjutnya ke RSUD Pandan dan Sibolga untuk mendapatkan HRV pengobatan HIV,” kata Fadriani.

Sementara, Sekretaris Dinas Sosial Tapteng Maharni Sitompul mengatakan, WRS yang berhasil terjaring Satpol PP Tapteng itu akan diinapkan dulu di Rumah Singgah milik Dinas Sosial Tapteng yang berada di RSUD Pandan. “Sesuai instruksi pak Bupati, mereka akan dikirim ke Parawangsa milik Dinsos Provsu di Berastagi, setelah mereka melengkapi administrasi kependudukan mereka,” kata Maharni. (dh)