News

5 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi Siantar

FaseBerita.ID – Dua pelaku spesialis pencurian sepedamotor (curanmor) dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar, Sabtu (6/6/2020). Keduanya dibekuk setelah lima kali beraksi di wilayah Siantar. Namun, satu di antarnya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas.

Keduanya Fijai Hanafi (33) warga Jalan Melanton Siregar, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, dan Wandra Gultom (43) sebagai penadah tinggal di Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun.

Setelah diinterogasi pelaku mengaku sudah lima kali melakukan pencurian sepedamotor sejak Desember 2019 hingga Juni 2020.

Adapun 5 lokasi pencurian yang diakui Fijai yakni Desember 2019 di Jalan Bandung, Siantar tepatnya di Simpang Jalan Dr Cipto. Mereka mencuri Honda Beat warna merah. Korban tidak membuat pengaduan.

Kemudian April 2020 di Jalan Merdeka, sepedamotor Yamaha Vixion, korban Chandra Iwan, dengan Laporan Polisi nomor: LP/227/IV/SU/STR.

Mei 2020 di Jalan Jogja, Honda Supra X-125, korban Diana, Laporan Polisi No: LP/246/V/2020/SU /STR.

Juni 2020 di Jalan Sutomo, Honda Supra X 125, korban Arianto, Laporan Polisi nomor: LP/304 /VI/SU/STR.

Kemudian di Jalan Dr Cipto, tepatnya di Warung Mie Panjang, korban belum membuat laporan, kerugian Honda Supra X warna hitam.

Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono mengatakan, penangkapan pelaku (Fijai-red) berawal dari laporan Diana (30), warga Jalan Thamrin, Kelurahan Dwikora, Siantar Barat, salah seorang wanita yang menjadi korbannya.

Diana kehilangan sepedamotor, di Jalan Jogja, Kelurahan Dwikora, Siantar Barat, Minggu (3/5/2020) sekira pukul 06.30 Wib.

Saat itu, saksi bernama Shin Sin Tjong mengantarkan sarapan pagi kepada korban Diana mengendarai sepedamotor Honda Supra X warna hitam, BK 6261 TX, milik korban.

Shin Sin Tjong kemudian memarkirkan sepedamotor tersebut di belakang rumah Diana. Sekira pukul 06.30 Wib, Shin Sin Tjong kemudian berniat pulang ke rumahnya.

Namun, saat tiba di tempat sepedamotor tersebut diparkirkan Shin Sin Tjong tak lagi melihat kendaraannya yang digunakan itu di sana.

“Saat itu saksi Shin Sin Tjong sempat melihat seseorang mengendarai sepedamotor tersebut ke arah Jalan Sutomo. Saksi berusaha mengejar, namun akhirnya kehilangan jejak,” ungkap Nur Istiono, Senin (8/6/2020) sekira pukul 11.00 Wib.

Kehilangan itu kemudian dilaporkan ke Polres Pematang Siantar oleh Diana. Akibat pencurian itu, Diana mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp6 juta.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku.

“Pada hari Sabtu (6/6/2020) Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pematangsiantar mendapat informasi bahwa terduga pelaku Fijai Hanafi sedang berada di Jalan Serdang, Siantar Barat. Tim yang tidak jauh dari lokasi langsung menuju ke lokasi,” ungkap Nur Istiono.

Tiba di sana, polisi melihat Fijai sedang mengendarai sepedamotor. Tak mau kehilangan buruan, petugas langsung menghentikan pria itu.

Kepada polisi, Fijai akhirnya mengaku sudah menjual sepedamotor yang dicurinya itu kepada seorang bernama Wandra Gultom di Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun.

“Saya dan anggota langsung melakukan pengembangan untuk mencari penadah sepedamotor hasil curian tersangka Fijai,” sebut Nur Istiono.

Sampai di sana, petugas berhasil mengamankan Wandra dan mengamankan beberapa unit sepedamotor diduga hasil curian.

“Tersangka juga mengaku telah menjual beberapa unit sepedamotor curian ke Kota Medan. Kita langsung melakukan pengembangan ke Medan,” katanya.

Namun, dalam perjalanan tersebut, Fijai melakukan perlawanan dan mengakibatkan salah seorang polisi mengalami luka di kaki kiri.

“Saat dilakukan pencarian barang bukti, pelaku melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku dengan menembak kaki sebelah kanan,” ucapnya.

Selanjutnya, Fijai diboyong ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan, sebelum diamankan ke Mapolres Pematang Siantar untuk menjalani penyidikan.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa, 3 unit sepedamotor Supra X warna hitam, sepotong sweater warna hitam dan 2 buah kunci letter T yang digunakan saat beraksi, selembar STNK sepedamotor dan rekaman CCTV di lokasi.

“Pelaku residivis spesialis curanmor kota Siantar dan sudah bolak balik masuk penjara dan pemakai sabu lagi,” tandas Nur Istiono. (Mag-03)