News

5 Jam Pencarian di Sungai Sarudik, Ridho Ditemukan Tak Bernyawa

FaseBerita.ID – Ridho Gultom (12) warga Lingkungan VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Sarudik, Sabtu (21/11) lalu.

Informasi dihimpun wartawan koran ini di lokasi kejadian, sebelum korban terseret derasnya arus Sungai Sarudik akibat curah hujan yang terlalu tinggi kurang lebih mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Awalnya korban bersama enam temannya sedang asyik bermain di pinggir sungai sekira pukul 11.00 WIB. Namun sekira pukul 12.30 WIB korban hanyut terseret arus sungai.

Salah seorang warga bermarga Hutagalung (40) yang ikut melakukan pencarian bersama Basarnas mengatakan, korban bersama keenam temannya sempat ditegur warga sekitar. Namun mereka tidak menghiraukan teguran dan lanjut bermain.

Tak lama, keenam temannya merasa ada yang hilang di antara mereka. Lalu mereka langsung berlari dan minta tolong kepada warga. “Mendengar informasi hanyutnya Ridho, keluarga korban panic. Suasana pun langsung heboh dan menimbulkan kerumunan di atas jembatan Sarudik,” ucap Hutagulung.

Lanjutnya, selama kurang lebih lima jam pencarian, Basarnas dibantu warga mulai menyisir sungai Sarudik sampai ke Aek Muarapinang menggunakan perahu karet dan dibantu dengan paranormal. Sekira pukul 17.00 WIB, warga Pondok Batu akhirnya berhasil menemukan Ridho dengan keadaan sudah tidak bernyawa.

“Jasad korban ditemukan di permukaan air sungai dengan keadaan kaki terapung dan lehernya terlilit akar kayu. Dengan cepat warga langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi. Isak tangis pun pecah seketika saat keluarga melihat jasad Ridho yang sudah terbujur kaku,” tuturnya.

Koordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto mengatakan, dengan ditemukannya jasad Ridho, maka operasi tim SAR dihentikan.

“Saya bersama dengan tim mengucapakan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut berjibaku melakukan upaya pencarian terhadap jasad Ridho yang hanyut terseret air sungai. Tanpa kerja keras bersama, tentu kita tidak akan dapat melakukan pencarian terhadap korban. Untuk itu kami dari Basarnas Kota Sibolga mengimbau kepada seluruh masyarakat Sibolga- Tapanuli Tengah tetap waspada terhadap becana alam,” jelasnya. (tam)