News

448 Kabupaten/Kota di Indonesia Terdampak Covid-19

JAKARTA, FaseBerita.ID-Penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) di Indonesia masih terus bertambah secara jumlah dan wilayah.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jumat (26/6/2020), mengumumkan bahwa dalam 24 terakhir ada 1.240 kasus baru terkonfirmasi positif covid-19.

Sehingga total 51.427 kasus Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan sebaran kasus baru, diketahui ada lima provinsi dengan penambahan tertinggi.

Jawa Timur kembali mencatat jumlah penambahan kasus tertinggi dengan 356 kasus baru. Berikutnya, ada DKI Jakarta dengan 205 kasus baru.

Provinsi berikutnya yang mencatat penambahan tertinggi adalah Jawa Tengah dengan 177 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 172 kasus baru, dan Bali dengan 49 kasus baru.

Secara wilayah, 448 kabupaten/kota di Indonesia sudah terdampak covid-19. Ada dua penambahan daerah sehari sebelumnya.

Data pasien sembuh dan meninggal dalam periode yang sama juga memperlihatkan bahwa ada penambahan 884 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien sembuh setelah terinfeksi virus corona ada 21.333 orang.

Kabar duka dengan masih adanya pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ada 63 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 25 – 26 Juni, sehingga totalnya menjadi 2.683.

Tekankan Protokol Kesehatan pada Masyarakat

Menteri Kesehatan RI dr Terawan Agus Putranto menerima kunjungan salah satu Tim Publikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro, Jumat (26/6) di gedung Kemenkes, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Menkes Terawan mengucapkan terima kasih kepada dr Reisa yang telah hadir menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan COVID-19.

“Terima kasih mbak Reisa sudah menghadirkan keteduhan situasi, jadi masyarakat tidak berspekulasi dari angka-angka kasus COVID-19,” kata Menkes.

Perlahan masyarakat harus lebih mementingkan protokol kesehatan karena kemungkinan penularan bisa terjadi kapan pun dan dimanapun. Kemenkes telah membuat berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Protokol kesehatan dibuat dengan prinsip menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal 1 meter, memakai masker, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

“Kita masih belum tau apa yang menyebabkan seseorang terinfeksi COVID-19 tapi orang lain tidak. Pada intinya adalah bagaimana kita membuat masyarakat disiplin pada protokol kesehatan,” imbuhnya.

dr Reisa menyambut baik apresiasi Menkes Terawan. Namun dalam pelaksanaan dirinya sebagai Tim Publikasi ia mengaku masih beradaptasi dengan cara kerja dan ritme kerja.

“Saya berharap mindset masyarakat kini lebih kepada mementingkan protokol kesehatan, baik di pasar, tempat kerja, dan dimanapun tempat masyarakat beraktivitas,” katanya.

Diharapkan dengan mengutamakan protokol kesehatan, zoning wilayah berdasarkan warna sudah tidak lagi digunakan. Artinya penularan COVID-19 sudah tidak terjadi lagi.(kes/rel/fi)

USI