News

4 Titik Longsor, Termasuk Jembatan Sidua-dua

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Banjir melanda beberapa lokasi di Kabupaten Simalungun pasca hijan deras, Rabu (21/8/2019). Bahkan ada empat titik saluran irigasi yang mengalami longsor.

Keempat titik tersebut yakni Laras II Kecamatan Siantar, Nagori Bahalgajah Kecamatan Sidamanik, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dan jalan aspal di Kecamatan Gunung Maligas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Manaor Silalahi di ruang kerjanya, kemarin sekira pukul 13.35 WIB.

“Sesuai laporan masyarakat, ada empat titik longsor, yaitu irigasi persawahan di Nagori Bahalgajah Kecamatan Sidamanik, ada juga jalan aspal longsor 10 meter di Nagori Huta Dipar Kecamatan Gunung Maligas persis di depan masjid,” terangnya.

Longsor juga terjadi di dasar tembok Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

“Paling parah di Laras II Kecamatan Siantar. Longsor terjadi pada irigasi karena terkikis dibawa banjir. Dampaknya, jembatan akan tumbang dan ada rumah di pinggir irigasi. Terpaksa penghuni rumah harus mengungsi,” terangnya.

Manaor memerkirakan anggaran untuk renovasi empat titik longsor tersebut cukup besar, mencapai puluhan miliar rupiah.

“Kita sudah ke lapangan mencek kondisi longsor. Untuk di Laras II saja sekitar Rp8 miliar. Sebab akan dibuat tembok penahan. Jika tidak, lama-kelamaan rumah warga ikut longsor. Sebab hanya berjarak satu meter dari parit,” jelasnya.

Diakui Manaor, pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat agar ditampung di APBN dan APBD Sumatera Utara. (mag-05)